Berita HL Hukum Peristiwa

Pesta Miras Oplosan Tim Hammer Polres Kutim Amankan Sembilan Remaja

Sangatta, Metrokaltim.com – Dipimpin langsung oleh Kepala Regu Tim Hammer Polres Kutim, Ipda Wirawan Trisnadi Prawira , S.Tr.K. Pada Sabtu (29/2) malam tim Hammer kembali melakukan giat patrolinya.

Tepat pukul 21.00 Wita sebanyak 7 personil Hammer mulai bergerak dengan mengendarai motor trail (patmor) dari halaman Mako Polres Kutim. Adapun target sasaran di lokasi-lokasi rawan berdasarkan laporan masyarakat yaitu di kawasan Jalan Guru Besar, Gang Komodo, lapangan Town Hall Swarga Bara, tikungan Jalan Sahara, seputaran pos polisi lalu lintas simpang tiga lampu merah Jalan Pendidikan.

Sasaran pertama patmor (Patroli Motor) Tim Hammer menyisir Jalan Guru Besar yang minim akan penerangan lampu jalan. Alhasil benar saja terkait laporan masyarakat akan keberadaan di lokasi tersebut ternyata kerap disalah gunakan kalangan remaja dengan berpesta miras oplosan.

“Benar saja di Jalan Guru Besar tim Hammer yang saya pimpin mendapati 4 remaja di bawah umur yang terbilang masih pelajar kedapatan menggak miras oplosan berupa alkohol luka 70 persen di campur dengan minuman berenergi, di tambah obat batuk cair,”ulas Ipda Irawan.

Tim Hammer Polres Kutim apel sebelum melakukan patroli motor.

Saat disambangi oleh polisi sekumpulan remaja itu tak berkutik lengkap dengan barang bukti alkohol murni, minuman berenergi dan 1 kotak obat batuk cair yang berserakan di hadapan mereka. “ Kalian ini seharusnya nongkrong secara benar, bukan mabuk-mabukkan seperti ini. Apa yang kalian lakukan meresahkan masyarakat dan memicu aksi kejahatan. Seperti halnya di Wahau gara – gara miras terjadi pemerkosaan dan penikaman sadar tidak sih kalian,” tegas beberapa petugas Hammer.

Bahkan saat ditanyai polisi kepada salah satu remaja yang kondisinya mabuk berat dengan nada lantang petugas menanyakan. “Kenapa matamu merah?,” tanya petugas. Remaja itu pun jawabannya pun ngelantur. “Mata saya merah sejak masih bayi pak,” jawabnya ngeyel salah satu remaja yang sudah teler.

Mendengar jawaban tersebut sedikit menggelitik tawa bercampur kesal yang dirasakan tim Hammer. “Kenapa kamu jawab seperti itu, mau melawan petugas sudah salah ngelak lagi. Kami di sini ada demi masa depan kalian juga,” terang Wirawan.

Ke empat remaja yang kedapatan menenggak miras oplosan dan obat batuk cair nongkrong di lokasi tersebut, dengan menggunakan sepeda motornya masing-masing bahkan didapati 1 unit motor seharusnya disita karena menggunakan kenalpot racing, oleh satuan Satlantas Polres Kutim STNK-nya diamankan namun saat terjaring pihak polantas oleh pemiliknya kuncinya tidak diserahkan dan ditinggalkan pergi begitu saja.

Tim Hammer amankan remaja yang sedang pesta miras oplosan.

Kemudian oleh anggota yang merazia motor tersebut terpaksa dititipkan di lingkungan sekolah sementara waktu, namun diam-diam motornya diambil oleh yang empunya motor. “Seharusnya kan motor mu di tahan kenapa bisa kamu bawa?,” tanya Wirawan.

Ternyata dari pemilik motor itu terungkap saat itu motornya ditahan STNK namun karena keterbatasan sarana untuk mengangkut sepeda motor yang dimaksud dan sempat dititipkan di lingkungan sekolah ternyata sebelum motor dibawa sudah keburu di bawa kabur.

Namun apes saat tim Hammer merazianya kini benar-benar motor tadi langsung diamankan di kantor polisi. Berikutnya iringan – iringan motor patroli menuju gang Komodo dengan melintasi jalan pemukiman padat penduduk.

Ketika melintasi di salah satu areal tanah lapang di tumbuhi oleh pepohonan dari kejauhan petugas Hammer kembali mendapati 4 kawanan remaja lagi, namun saat akan di datangi petugas tiga pemuda langsung mengambil langkah seribu alias lari.

“Wooy berhenti…jangan bergerak … diam di tempat kami polisi,” teriak anggota polisi. Namun perintah aparat tak dihiraukan dan terus berlari kencang, namun sayang bagi salah satu rekannya yang tak sempat kabur kembali diamankan personil Hammer.

Petugas Tim Hammer saat menunjukan botol air mineral yang berisi miras oplosan.

Dari gang Komodo jajaran Hammer mendapati lagi satu botol miras oplosan berupa alkohol murni dengan minuman berenergi serta mengamankan 1 unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja oleh salah satu rekan anak tadi yang tidak sempat kabur dengan ditinggal begitu saja.

Bahkan saat ditanyai salah satu anggota polisi dari satuan fungsi remaja tidak mengaku mengkomsumsi miras, belum selesai diintrogasi petugas tiba-tiba saja seorang ibu paruh bayah dengan nada marah membentak anak yang diamankan. “Saya ini sudah sering menasehati mereka saat ngumpul di samping rumah saya untuk tidak minum-minum tapi tidak di dengar. Bawa saja pak anak ini ke kantor polisi saya sudah capek menasehatinya,” ujarnya.

Akhirnya kembali petugas mengelandang satu remaja lagi dari kawasan Gang Komodo untuk diinapkan di Polres Kutim. Sementara salah satu anggota polisi dari Humas Polres sempat mengamankan 4 anak lagi yang diduga akan melakukan balap liar tak jauh dari simpang tiga lampu merah Jalan Pendidikan.

Yang mana kesemua remaja itu harus merasakan satu malam dinginnya lantai dari jeruji besi (sel) Mapolres Kutim. “Dari giat malam ini kami berhasil mengamankan kalangan remaja dua kelompok remaja minum miras dan satu kelompok berbeda akan melakukan aksi balap liar semuanya kami tahan satu malam. Kemudian pada Minggu (1/3) orang tuanya masing-masing kami panggil untuk menjemput anaknya di polres sekaligus kami berikan masukan kepada orang tua mereka agar terus mengawasi anak-anaknya jangan sampai salah jalan,” tutur Wirawan.

Dalam nasehatnya di hadapan ke 9 pemuda yang diamankan, Wirawan mengimbau kepada 9 remaja tadi untuk tidak melakukan aksi yang meresahkan masyarakat. “Kalian masih muda raihlah prestasimu setinggi mungkin. Saya saja bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa dalam meraih cita-cita di usia 21 dapat berkarier di kepolisian,” tutupnya.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *