10 Calon Investor KEK MBTK Kutim Masuk Daftar Tunggu, Dinas Penanaman Modal Segera Menyurati

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Sebanyak 10 investor mulai melirik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Mereka kini telah masuk dalam daftar tunggu, namun hingga saat ini masih menunggu kepastian. Hingga bulan Maret lalu Analis Kawasan Industri Bidang Industri Disperindagkop Kaltim Binsar Simangunsong mengatakan akan mengundang calon investor yang potensial untuk masuk ke KEK MBTK Kutim.

Pada kesempatan lain Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Kutim Saipul Ahmad menjelsakan rencana undangan tersebut gagal dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang turut melanda Indonesia, sehingga pihaknya maupun investor tidak dapat bertemu untuk menindaklanjuti kegiatan yang sudah direncanakan sejak awal.

“Memang awalnya kita sudah atur rencana untuk mengundang calon investor tersebut pada bulan Maret, namun karena adanya pandemi ini, maka tidak jadi semua tidak bisa kemana-mana,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan beberapa kontruksi dokumen. Dan akan kembali mengundang calon investor agar mendapatkan kepastian.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Kutim Saipul Ahmad.

“Saat ini kita sedang menyiapkan beberapa konstruksi dokumen untuk meyakinkan proposal tawaran ke dunia usaha dari KEK Maloy MBTK. Dan kita akan kembali mengundang calon investor itu, ini masih digodok kepastiannya belum bisa kita kabari,” jelas Saipul.

Terkait kendala permasalahan lahan, saat ini KEK MBTK, Sudah tidak mengalami kendala, dari luasan area 509,34 hektare sekira 400 hektare lahan sudah siap di gunakan untuk industri. Kelengkapan lainnya pun sudah nampak dari PLN, jaringan spam air bersih, dan internet sudah di sediakan.

Air baku dari mata air tersebut dipompa menuju IPA di KEK Maloy melalui pipa transmisi air baku diameter 500 mm sejauh 28 KM. Air baku diolah terlebih dahulu di IPA selanjutnya sebagian ditransfer menuju reservoir booster dan di alirkan dengan kapasitas 200 liter perdetik yang di kerjakan oleh dinas PUPR Kaltim.

“Untuk fasilitas sudah kita penuhi, adapun yang kurang hanya sedikit saja, bertahap semua kita benahi dan lengkapi agar investor siap datang dan menempati.

Selain itu untuk permasalaham perizinan, Pemkab Kutim sudah memberikan cara yang fleksibel, mempermudah calon investor untuk melakukan administrasinya. Dengan demikian bisa lebih optimal pencapaian realisasi investasi di Kaltim,” tutup Saipul.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *