23 Warga Sulawesi Terlantar di Pelabuhan Feri Kariangau, Berkat Koordinasi Muspika Barat dan Kapten Kapal Mereka Berlayar

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sebanyak 23 warga asal Sulawesi yang audah terlantara berhari-hari di pelabuyan feri Kariangau, Balikpapan Barat akhirnya bisa ikut berlayar dengan kapal feri tujuan Balikpapan-Palu pada Senin (18/5) sore.

Berangkatnya 23 warga yang tidak memiliki ongkos untuk kembali ke kampung halamannya ini berkat kerjasama Muspika Kecamatan Balikpapan Barat yang terdiri dari Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Imam Tauhid, Danramil 0905-02/Balikpapan Barat Mayor Inf Masrukan, Camat Balikpapan Barat M Arif Fadhilah dan Lurah Kariangau M Iskandar, di mana mereka melakukan koordinasi dengan pihak pelabuhan feri Kariangau serta kapten kapal.

Muspika Balikpapan Barat saat menemui warga yang terlantar di pelabuhan feri Kariangau.

Hingga akhirnya ke 23 warga tersebut diperbolehkan ikut berlayar sampai pelabuhan Palu, Sulawesi Tengah, untuk pulang ke kampung halamannya. Bahkan, sebelum naik ke atas kapal, pihaknya memberikan bekal berupa beras dan nasi bungkus siap makan yang diolah dari dapur umum.

Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Imam didampingi Danramil Barat Masrukan, Camat Barat M Arif dan Lurah Kariangau Iskandar mengungkapkan kegiatan gabungan tersebut awalnya hanya membagikan takjil atau menu berbuka puasa seperti biasa, yang dilakukan berkeliling wilayah, khususnya bagi maayarakat yang membutuhka.

Koordinasi dilakukan dengan pihak pelabuhan feri dan kapal tujuan Palu.

“Di sini (pelabuhan feri, Red) kita melihat mereka tidak bisa pulang karena mungkim ada sesuatu hal sehingga dia beberapa hari masih di sini,” ungkap Imam kepada Metro Kaltim, Senin (18/5).

Menurutnya, dari iformaai yang di terima bahwa warga tersebut merupakan korban PEmutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempat mereka bekerja karena adanya pandemi covid-19. Bahkan mereka tidak mendapatkan uang yang cukup untuk kembali pulang ke kampung halamannya, sehingga terlantar di pelabuhan feri.

Mereka yang terlantar diberikan sembako sebagai bekal untuk kembali ke kampung halamannya.

“Alhamdulillah hari ini kita berangkatkan mereka, kita koordinasi dengan kapten kapal dan diperbolehkan, ada 23 orang dipulang, mereka terlantar di pelabuhan feri, terlantar dia kena PHK dan pulang kampung tidak punya biaya,” pungkasnya.

Usai memulangkan warga yang terlantar, tim gabungan muspika Kecamatan Balikpapan Barat kembali melanjutkan kegiatannya berbagi takjil dan sembako ke pesantren yang berada di wilayah Kariangau.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *