Anggaran Rp 70 Miliar Habis, BST Direncanakan Sampai Desember

Balikpapan, Metrokaltim.com – Bantuan Sosial Tunai (BST) direncanakan akan berlanjut hingga bulan Desember mendatang, bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Balikpapan. Meski demikian anggaran bantuan tersebut masih dibahas dalam APBD Perubahan tahun 2020.

Sementara anggaran BST sebesar Rp 70 miliar yang dianggarkan sebelumnya telah habis di bagikan. Hal ini disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, menurutnya semua telah dibagikan kepada penerima BST tahap 1 hingga 4. Sehingga untuk rencana BST selanjutnya masih perlu penganggaran lagi.

“Sedang diajukan untuk masuk dalam pembahasan (APBD) perubahan. Jadi belum diputuskan bagaimana bentuk BST tersebut. Apakah sembako seperti tahap 1 dan 2 atau bantuan dalam uang tunai tahap 3 dan 4,” terang Rizal.

Meski masih dalam pembahasan, Rizal menuturkan untuk bantuan lain yang sudah hampir pasti ada yakni BST dari Kementerian Sosial. Bantuan dari pemerintah pusat ini akan berlanjut hingga Desember. “Tapi angka bantuannya turun dari Rp 600 ribu menjadi sekitar Rp 300 ribu per bulan,” bebernya.

Seperti diketahui, Pemkot Balikpapan telah memberikan bantuan selama empat tahap. Terakhir kali tahap 3 dan 4 yang dibagikan menjelang perayaan Iduladha. Rencana BST diperpanjang karena melihat pandemi yang belum berakhir. Sehingga bantuan kepada warga terdampak dianggap masih perlu.

Namun, pemerintah daerah masih menghitung berapa besar kebutuhan anggaran dan kemampuan keuangan daerah. Artinya wacana ini bisa berjalan jika kondisi keuangan daerah masih memungkinkan.

Rencananya, bantuan sosial dari Pemkot Balikpapan ini akan diberikan hingga Desember estimasi sebesar Rp 250 ribu per KK. “Bisa dilanjutkan sampai Desember, tapi kita akan lihat dulu. Sekali lagi jika kondisi keuangan daerah memungkinkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, bantuan sosial berlanjut seperti arahan Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2021.

Dalam APBD, salah satunya terdapat anggaran untuk penanganan Covid-19.

Termasuk recovery ekonomi berbentuk bantuan sosial. Namun tidak seperti kemarin yang ada target sekian ribu KK. “Jadi yang diberikan adalah orang yang betul-betul terdampak dan miskin yang perlu bantuan untuk kehidupan,” timpalnya.

Abdulloh meyakini, kemampuan daerah nantinya mencukupi untuk mewujudkan BST tersebut. Namun dengan catatan, jumlah penerima bantuan nanti dikurangi dari sebelumnya.

“Misalnya dulu sampai 70 ribu sekarang hanya 10-15 ribu KK yang menerima, tapi mereka benar-benar yang membutuhkan,” tandasnya.

(ftm/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *