Metro Kaltim

Antisipasi Radikalisme dan Separatisme Melalui Medsos, Kodim Sangatta Gelar Komsos

Sangatta, Metrokaltim.com – Dalam menangkal radikalisme maka pada Kamis (26/9) Komando Distrik Militer 0909/Sangatta (Kodim 0909/Sgt) menggelar pembinaan komunikasi sosial (Bin Komsos) di aula Kodim Jalan Teritorial kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Kutim.

Yang mana jalannya Bin Komsos dihadiri Forum komunikasi putra putri TNI-Polri (FKPPI), Pemuda Pancasila, Srikandi PP, PMII, IKAT, Persit, Jelasenastri, AL, Polres, dan Tokoh Agama.

Dandim 0909 Sangatta Letkol Czi Pabate dalam penyampaian sambutannya turut merangkul segenap lapisan masyarakat, organisasi kepemudaan nasional, paguyuban (kedaerahan) seperti FKPPI, Pemuda Pancasila, Srikandi PP, PMII, IKAT, Persit, Jelasenastri, AL, Polres, dan Tokoh Agama untuk bersama dalam memerangi baik isu, maupun tindakan radikalisme atau separatisme mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Bagaimana teknik pelaksanaan agar upaya mengatisipasi radikalisme atau separatisme dapat berjalan sukses?, pertama-tama langkah yang harus kita lakukan tanamkan terlebih dahulu jiwa bela negara melalui semangat persatuan demi keutuhan NKRI, dengan melibatkan berbagai level dari tingkat bawah hingga tingkat RT untuk dapat bersama mensosialisaskan bahaya akan dampak perkembangan radikalisme, apabila terjadi di lingkungan sekitar sebagai gambaran yang dapat mendorong kita dalam mengantisipasinya,” ulas Dandim Pabate.

Dandim 0909 Sangatta Letkol Czi Pabate sata di wawancarai awak media usai menggelar Bin Komsos.

Selain itu Pabate, meminta segenap lapisan masyarakat dapat cermat dalam mengkomsumsi suatu informasi melalui berbagai postingan, unggahan medsos harus cermat dalam mengkajinya, memiliki dasar yang kuat “by data” secara fakta agar tidak mudah termakan isu sehingga terprovokasi yang mengarah terjadinya perpecahan gesekan antar suku, ras, dan agama.

“Bentengi anak-anak kita dari isu-isu yang tidak benar mengarah pada provokasi, harus pandai-pandai menggunakan media sosial sebab sangat tinggi ajakan melalui medsos, jangan mudah ikut terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya, bijaklah dalam menggunakan medsos. Doktrin itupun bisa secara individu baik melalui sosmed maupun secara personal,” ungkapnya

Hal yang sama diungkapkan Pasiter Kodim 0909/Sgt Kapten Infanteri Imam Nawawi, mengimbau kepada masyarakat untuk dapat meonitor langsung apabila mendapati tanda-tanda ke arah radikalisme dapat langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan penegak kedaulatan NKRI seperti TNI dan Polri, termasuk lintas Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Mari kita tangkal dan cegah bersama dengan Pancasila dan UUD 1945. Ciri orang radikal itu mereka tidak Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” seru Pasiter Imam Nawawi.

(aji/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *