Metro Kaltim

Antispasi Karhutla di Pesisir Pantai Kaltim, Polairud Siapkan Delapan Kapal Khusus Karhutla

Balikpapan, Metrokaltim.com – Bukan hanya menjadi perhatian intansi penaggulangan kebakran, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) juga menjadi atensi khusus bagi jajaran Polisi air dan Udara (Polairud) Polda Kaltim. Intansi kepolisian itu telah menyiapakan beberapa kapal khusus untuk mengantisipasi karhutla di pesisir pantai Kaltim.

Hal ini disampaikan Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Pol Omad. Kkepada wartawan, dia mengatakan, karhutla bukan saja bisa terjadi di daerah pedalaman atau ketinggian, tapi bisa juga terjadi di wilayah pesisiran pantai. Seperti membakar hutan mangrove.

Oleh Karena itu pihaknya turut melakukan pencegahan dan pengawasan karhutla. “Walaupun kami tugas di air, tapi tidak menutup kemungkinankan ada lahan-lahan yang berdampingan. Jadi antisipasinya kami tetap ikut monitoring (karhutla, Red),” katanya, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, sebagai bentuk upaya Polairud Polda Kaltim untuk mengantisipasi karhutla, dirinya telah menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadi sejumlah hutan-hutan di pesisiran pantai yang berpotensi terbakar. Bahkan, dia juga menyampaikan hal tersebut kepada seluruh Satuan Polair Polres yang ada di Kaltim.

“Ya, saya juga sudah buatkan surat kepada kapolres-kapolres yang mempunyai wilayah perairan untuk antisipasi karhutla,” jelas perwira melati tiga di pundak itu.

Selain itu, Omad menambahkan, pihaknya juga menyiapkan delapan kapal khusus untuk memantau karhutla di pesisiran pantai Kaltim. Kapal-kapal ini disebar di beberapa daerah. Seperti di Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau.

“Masing-masing daerah itu kami siapkan dua kapal. Tapi masing-masing Sat Polair sudah ada kapal-kapal pelaksana yang biasa digunakan, itu kami kerahkan juga,” tambahnya.

Dengan dipersiapkan antisipasi ini, Omad berharap, karhutla di Kaltim, khusunya di wilayah persisiran pantai bisa dicegah. Sehingga bahaya yang ditimbulkan dari karhutla seperti kabut asap bisa diminimalisir.

“Mudah-mudahan dengan adanya kami ketika ada tanda-tanda api kami bisa segera berbuat,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *