Bahaya! Truk Tambang Termundur Nyaris Menimpa Rumah Warga di Gunung Guntur

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sebuah truk merek Scania P380 terperosok nyaris menimpa rumah warga di gudang sperpart alat berat kawasan Gunung Guntur, Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah, pada Kamis (11/6), sekira pukul 09.00 Wita. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Salah seorang pekerja gudang sperpart alat berat itu, Ruslan (37) menceritakan kronologis kecelakaan ini. Sebelum kejadian, truk yang biasa digunakan untuk mengangkut batu bara itu akan ditarik dengan truk lainnya menggunakan tali sling. “Truknya itu rusak, mau diperbaiki,” katanya kepada awak media.

Namun, saat proses penarikan berlangsung, tiba-tiba sling putus karena tidak mampu menahan beban truk tersebut. Seketika itu truk termudur lalu menabrak tembok pembatas sampai jebol hingga nyaris jatuh ke rumah warga yang berada persis di bawahnya.

Beruntung, tak ada orang di sekitar kejadian. Sehingga peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Hanya saja, akibat truk menabrak tembok, reruntuhan bangunannya menimpa rumah warga. Ruslan pun memastikan, pihaknya akan segera mengevakuasi truk tersebut. “Ini kami lagi minta bantuan kren untuk diangkat truknya,” ujarnya.

Agar truk tersebut tidak jatuh menimpa rumah warga, pihak gundang menahan truk tersebut menggunakan sling yang diikatkan di buldoser.

Truk tambang yang nyaris menimpa rumah warga.

Rumah yang tertimpa reruntuhan tembok itu diketahui milik Yanti (39). Saat kejadian ia tidak sedang berada di rumahnya. Namun, dia dikabarkan oleh keluarganya melalui sambungan telepon, bahwa rumahnya tertimpa reruntuhan bangunan. Kabar ini membuat Yanti panik. Dia pun bergegas pulang.

“Saya kaget pas lihat kondisinya sudah seperti itu. Itu (posisi truk, Red) persis di bawah kamar anak saya,” kata Yanti.

Setelah kejadian tersebut, Yanti segera mendatangi pihak PT Karebet Mas Indonesia selaku pemilik gudang alat berat tersebut. Di sana dia meminta agar truk segera dievakuasi supaya tidak membahayakan orang-orang yang berada di sekitar truk. Pihak gudang pun memastikan akan segera mengabulkan perminta Yanti itu.

“Katanya nanti ada pertanggungjawaban setelah dievakuasi truknya,” jelasnya.

Yanti pun mengusulkan agar pihak gudang membuat tembok dari besi atau material lainnya yang lebih kokoh dari sebelumnya. Hal ini dilakukan agar jika ada kejadian serupa tidak membahyakan bangunan dan orang-orang di sekitarnya.

“Maunya mereka buatkan batasan yang lebih safety lagi lah, kalau cuma tembok bahaya juga itu,” pungkasnya.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *