Belajar Bersama Kapolresta Balikpapan Membudidayakan Lele Tumpang Sari

Balikpapan, Metrokaltim.com – Membudidayakan ikan dan sayur-sayuran bisa menjadi alternatif menjaga ketahanan pangan. Apalagai di masa pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) seperti saat ini. Jelas, menciptakan pangan secara mandiri akan sangat bermanfaat.

Senin (18/5) siang, beberapa pewarta menggeruduk Mapolresta Balikpapan. Di sana mereka mengikuti coaching clinic membudidayakan ikan lele dan kangkung, atau biasa disebut lele tumpang sari. Kegiatan ini merupakan program Polresta Balikpapan bertajuk “Peduli Ketahanan Pangan”.

Coaching clinic ini dipimpin langsung Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi. Awalnya, Turmudi menjelaskan bagaimana membudidayakan lele tumpang sari menggunakan media ember. Kata dia, ember cukup diisi air tawar hampir penuh.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi saat memberi pakan ikan lele yang dibudidayakan secara tumpang sari.

Setelah itu masukan bibit lelenya. Setiap ember berukuran besar, bisa menampung 50 sampai 70 ekor bibit lele. “Kalau pakai air PDAM harus didiamkan dulu selama tiga hari. Kalau pakai air hujan bisa langsung dimasukin bibit lelenya,” kataya kepada awak media.

Kemudian, sekeliling permukaan ember tinggal diberi benih kangkung yang sudah disiapkan di media gelas atau botol plastik, bisa memanfaatkan barang-barang bekas. Kemudian beri makan lelenya hingga berumur 30 hari. Setelah itu pindahkan sebagaian lelenya ke wadah lainnya agar lele bisa tumbuh maksimal.

“Masa panen lele itu sebentar saja, paling tiga sampai empat bulan. Sedangkan kangkungnya bisa dipanen 10 sampai 14 hari,” bebernya.

Para awak media diberi bekal ilmu tentang membudidayakan tumpang sari.

Dijelaskan Turmudi, membudidayakan lele tumpang sari sangat bermanfaat. Karena bisa menjaga ketahanan pangan. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Jelas, dengan adanya perternakan dan perkebunan yang dikelola secara mandiri bisa menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Apalagi kondisi Balikpapan yang padat penduduk, budi daya lele tumpang sari sangat bisa diandalkan,” jelas perwira melati tiga itu.

Kemudian, lanjut dia, membudidayakan lele tumpang sari tidak lah sulit dan mahal. Hanya bemodalkan ratusan ribu, kebutuhan gizi dan protein masyarakat sudah bisa terpenuhi. Selain itu, kandungan gizi ikan lele juga bisa mencegah terjadinya stunting. Oleh karena itu dia mengajak seluruh masyarakat untuk bisa membudidayakan lele tumpang sari.

“Kami juga berencena akan memfasilitasi warga kurang untuk membudidayakan lele tumpang sari. Mudah-mudahan habis lebaran ini sudah bisa direalisasikan,” pungkasnya.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *