Berakhir Caos, 11 Pendemo di Balikpapan Diamankan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang terjadi di depan Kantor DPRD Balikpapan, pada Kamis (8/10) siang berakhir caos. Akibatnya sejumlah orang menjadi korbannya. Baik dari kubu pendemo yang mayoritas mahasiswa maupun dari aparat kepolisian yang mengamankan jalan aksi. Para korban langsung di larikan ke rumh sakit untuk mendapat perawatan.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi menyebut, ada empat anggota kepolisian yang terluka, namun pihaknya belum mengetahui berapa banyak mahasiswa yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit karena belum mendapat laporan.

“Kalau yang di rumah sakit nanti kita akan cek satu-satu dan mereka juga. Korlap (Koordinator Lapangan, Red) sudah mengkoordinir mereka. Kita belum dapat laporan. Laporan ke saya yang luka-luka ada 4 orang ya anggota saya,” terang Turmudi, Kamis (8/10).

Para pendemo saat memulai orasi dengan membakar ban bekas di depan kantor DPRD Balikpapan.

Turmudi mengatakan, ada beberapa anggotanya yang terluka karena kena lempar di bagian pelipis mata. “Kebetulan melindungi saya, dia pakai tameng tapi pada saat ada lemparan mengarah ke saya kena tameng itu, dia lepas dari tamengnya akhirnya kena lah,” katanya.

Sementara yang diamankan ada 11 orang dibawa ke Polda Kaltim. Saat ini masih dilakukan negoisasi agar saat melakukan aksi demo kembali tidak melakukan tindakkan yang melanggar. “Nanti kita lihat, kita negoisasi,” paparnya.

Para pendemo mencoba menembus barikade polisi di depan kantor DPRD Balikpapan.

Penindakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian merupakan jalan terakhir. Pembubaran yang dilakukan karena tak ingin ada yang menunggangi para mahasiswa oleh kelompok tertentu sehingga terjadi ricuh. “Sehingga memang tadi ketika mulai memanas kami bubarkan,” katanya.

Apalagi saat demo tersebut sudah mulai ada pengrusakan yang dilakukan, kemudian tidak mematuhi protokol kesehatan. “Sudah ada mulai pengrusakan, sudah mulai ada orasi-orasi yang kurang pantas didengar masyarakat umum dan kurang mendidik,” sambungnya.

Selain itu pengrusakan rambu-rambu lalu lintas dan taman juga dilakukan oleh para pendemo. “Kemudian tadi saya juga menemukan benda-benda yang ada di dalam tas gak tahu punya siapa, ada batu ada apa segala,” pungkasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *