Cegah Radikalisme, Kodam VI/Mulawarman Gelar Pembekalan Kepada Prajuritnya

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sebanyak 150 Prajurit Perwira dan Bintara di Jajaran Kodam VI/Mulawarman menerima pembekalan tentang pencegahan radikalisme di lingkungan TNI AD dari Tim Sintelad, yang bertempat di Aula Makodam VI/Mulawarman, Kamis (27/8).

Turut hadir pada acara pembukaan kegiatan pembekalan tersebut, Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M. Tr (Han) yang berdampingan dengan Waasintel Kasad Bid Manajemen Intel, Brigjen TNI Edy Sutrisno selaku Ketua Tim dari Sintelad, Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta serta Para Asisten Kasdam VI/Mulawarman.

Antusias para prajurid Kodam VI Mulawarman saat mengikuti pembekalan pencegahan radikalisme.

Adapun tujuan diselenggarakan kegiatan pembekalan pencegahan radikalisme ini agar keluarga besar satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan radikalisasi dan terorisme termasuk didalamnya kontra radikalisasi serta deradikalisasi.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, dalam sambutannya mengatakan, secara umum tujuan dilakukan kegiatan ini untuk mewujudkan pemahaman tentang bahaya penyebaran paham Radikalisme bagi personel TNI AD. “Sehingga memberikan pengetahuan yang benar guna menangkal penyebaran paham radikalisme dan personel Kodam VI/Mulawarman baik Prajurit maupun PNS akan terbebas dari kemungkinan terpapar radikalisme jika mengikuti kegiatan ini sebaik baiknya,” ujar Pangdam.

Narasumber saat membawakan materinya.

Pangdam juga berpesan untuk para peserta agar mengikuti kegiatan ini secara seksama guna memberikan pengetahuan yang cukup, untuk nantinya bisa disampaikan kepada personel lain di satuannya dan tetap laksanakan protokol kesehatan selama pembekalan agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19.

Sementara itu, membacakan sambutan Asintel Kasad, Brigjen TNI Edy Sutrisno selaku Ketua Tim dari Sintelad juga mengatakan penyebaran paham radikal tidak hanya menyasar kepada masyarakat biasa saja. “Pegawai lembaga negara, bahkan juga dapat menyusup dalam diri personel TNI AD maupun keluarganya. Oleh karena itu pengetahuan tentang bahaya paham radikal mutlak dibutuhkan sehingga dapat menjadi penangkal bagi diri sendiri maupun keluarga,” tegasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.