Cegah Virus Corona, ABK Kapal Asing Diperiksa KKP Balikpapan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Selama merebaknya isu Novel corona virus (2019-nCov) atau Virus Corona, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Balikpapan terus meningkatkan kewaspadaan. Untuk mencegah Virus Corona masuk ke Kaltim, KKP Balikpapan rutin memeriksa kru kapal, khusunya kru kapal asing.

Pelaksana Harian Kepala KKP Balikpapan, Kristanto Sutopo mengatakan, sepanjang Januari 2019, ada puluhan kapal asing masuk ke perairan Kaltim. Khusus Balikpapan ada 22 kapal berbendera bukan Indonesia yang masuk. Rata-rata, kapal-kapal asing itu berbendera Tiongkok, Filipina, Hongkong, Singapura dan Malaysia.

“Kapal asing yang masuk ke Kaltim itu ada puluhan, sehingga kami melakukan pemeriksaan dengan ketat,” katanya kepada awak media, Kamis (30/1) siang.

Dijelaskan Kristanto, pemeriksaan tersebut untuk mencegah Virus Corona masuk ke Bumi Mulawarman. Para kru atau anak buah kapal (ABK) asing diperiksa kesehatannya oleh KKP Balikpapan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Petugas KKP saat memeriksa ABK kapal.

“Sedikitnya ada 12 kapal menuju Tanah Grogot dan dua kapal masuk Balikpapan yang sudah diperiksa,” jelasnya.

Lebih rinci, dia menerangkan, pemeriksaan ini bersifat jemput bola. Jadi, sebelum kapal berlabuh di Kaltim, Tim KKP Balikpapan akan naik ke atas kapal. Mereka akan memeriksa kesehatan para kru kapal menggunakan infra fred atau alat pengukur suhu tubuh.

“Apabila ditemukan kasus (gangguan kesehatan), maka kru kapal akan dikarantina. Dan dia langsung diperiksa lebih lengkap, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Selama pemeriksaan ini, lanjut Kristanto, belum ada kru kapal yang sampai dirujuk ke rumah sakit. Apalagi berindikasi terjangkit Virus Corona, juga tak ada. “Alhamdulillah, tidak ada yang sampai dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Meski begitu, pemeriksaan untuk mencegah virus mematikan ini masuk ke Kaltim akan terus diperketat KKP Balikpapan. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya ABK kapal, untuk menjaga kesehatannya.

“Gunakan masker, sarung tangan dan cuci tangan setelah melakukan aktivitas. Kami tetap waspada, jangan sampai penyakit itu masuk ke Indonesia,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *