Cerita Perjuangan Nensy Melawan Covid-19, Pasien Positif Asal Kutim yang Akhirnya Bisa Sembuh Total

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Telah sembuh dari cengkaram virus corona atau covid-19, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang secara intensif, maka warga Kutai Timur yang juga pendeta Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) akhirnya pada Selasa (7/4) diperbolehkan pulang dari RSUD Taman Husada Bontang yang dilepas langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Untuk itu pada Rabu (8/4) Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar, MT didampingi Wabup Kutim H Kasmidi Bulang, ST.,MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutim Drs. Irawansyah, M.Si difasilitasi langsung Kadis Kominfo Perstik Kutim Ir Suprihanto,CES mengundang dan menghadirkan pendeta GPIB Sangatta Nensy yang telah sembuh dari covid-19 untuk dapat memberikan testimoninya agar masyarakat luas dapat mengambil banyak pembelajaran dalam menghadapi covid-19 tersebut.

Kronologis terpaparnya positif corona bermula saat Pendeta Nensy menghadiri seminar Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Hotel Aston Bogor pada 26-29 Febuari lalu.

Kembalinya dari Bogor, Nensy sempat mengalami flu, batuk kering, demam gejala awalnya, di sertai ramainya media sosial menanyangkan tayangan video viral warga Wuhan yang bertumbang di jalan sempat membuat dirinya tertekan, stres (pikiran) juga droop dan merasakan terasingkan karena banyaknya stigma negatif di luaran yang mendeskriminasi penderitanya di jauhi “terasingkan” walau demikian itu hanya terbesit dalam benaknya saja.

Dengan kondisi fisik Nensy yang dikatakan droop karena flu dan batuk kering, akhirnya ia memberanikan diri melapor ke rumah Sakit Cahaya Ibu Dan Anak (RSCIA) kawasan Jalan Yos Sudarso II Kecamatan Teluk Linga, namun sebelum dirujuk sempat berkonsultasi langsung melalui pendampingan Kadis Kesehatan Kutim dr Bahrani.

Oleh dr Bahrani berdasarkan rekomendasinya kemudian Nensy dirujuk ke RSCIA dan sempat diisolasi 14 hari ke depan. “Selama di rawat inap di RSCIA, gejala itu kian bertahan seperti flu, batuk kering tiada hentinya sampai capek saya disertai demam dan terakhir sesak nafas. Nah saat mengetahui sesak nafas itulah kemudian saya dironsen dari hasil ronsen didapati bercak-bercak putih di paru-paru saya dan langsung dinyatakan positif, lalu saya dirujuk kembali untuk ke RSUD Taman Husada Bontang,” ujar Nensy.

Setelah mengetahui positif corona, awalnya Nensy sempat kecewa disertai perasaan yang tertekan, terlebih saat mengetahui saat akan dipindahkan ke RSUD Taman Husada dia dimasukan ke dalam ambulan videonya sempat tersebar luas di media sosial lengkap dengan nama yang terpapar. “Piskis saya kian tertekan, emosi labil naik-turun dan ditambah imun (ketahanan tubuh) sempat droop,” ulasnya.

Namun gambaran corona sebagai virus yang mematikan sirna tak kala dokter dan tenaga medis menguatkan serta menyemangati. “Dari situlah pandangan dokter dan medis sangat membangkitkan stigma positif terhadap kondisi saya saat sekarang. Jadi semangat saya kembali bangkit ternyata covid – 19 dapat sembuh dengan meningkatkan imun pada tubuh, berpikir positif, tidak melihat informasi medsos yang dianggap terlalu berlebihan lebih mengarah pada informasi hoax, serta senantiasa meningkatkan keimanan kepada sang pencipta,” terang Nensy.

Foto bersama usai mendengarkan ceeita Nensy pasien positif covid-19 yang akhirnya sembuh.

“Jadi tidak benar seperti di video-video yang sempat beredar melalui medsos seperti di Wuhan yang terkena langsung bertumbangan di jalanan semua berproses. Setelah saya sembuh saya jadi paham betul apa itu Social Distancing, physical distancing, karantina dan isolasi. Namun ada juga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) artinya bukan berarti kita terasing, tapi inilah bentuk kasih artinya untuk mengasihi sesama agar memutus penyebaran corona tidak menularkan ke orang lain terlebih keluarga kita sendiri, banyak pembelajaran positif dari awal terkena covid hingga dinyatakan sembuh berkat masukan dari para dokter, medis, keluarga juga jemaat saya,” ungkapnya.

Lantas adakah asupan formulasi obat yang dapat menyembuhkan corona? Nensy tidak dapat memberikan kepastian jawaban pastinya. “Saat di ruang isolasi yang jelas perawat merawat saya secata intensif, tetap melalukan komunikasi dengan para dokter dan medis untuk saling menyemangati dan mendoakan. Kalau dari sisi medisnya mungkin saya banyak diberi komsumsi vitamin serta antibiotik yang disuntikan walau saat jarum suntik memasukan cairan antibiotik tersebut rasanya sakit…sakit sekali dan juga diinfus namun semua itu demi kesembuhan saya. Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan akan pengalaman yang saya lalui dari awal dinyatakan positif sembuh dari corona. Bahkan walau sudah keluar dari rumah sakit kembali saya harus melakukan anjuran pemerintah, protokol kesehatan serta protap skala besar antisipasi epidemi corona standar WHO yaitu melalui social distancing, physical distancing, karantina dan isolasi. Namun ada juga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), rajin mencuci tangan, jangan sering memegang wajah terutama pada lubang hidung dan mulut serta lakukan PHBS dalam keseharian,” tegas Nensy.

Menanggapi kesembuhan Nensy, Bupati Kutim Ismunandar mengucapkan selamat telah terbebas dari wabah covid-19. “Saya juga berterima kasih sekali kepada Wali Kota Bontang ibu Neni Moerniaeni, para dokter, tenaga medis RSUD Taman Husada Bontang,” ungkapnya

Bupati Ismunandar sependapat dengan Nensy dalam menghadapi corona. “Yakinlah bahwa covid-19 dapat disembuhkan, selalu ingat Imun juga bagian pangkal Iman senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui doa, spirit, berpikir positif dan jangan salah-salah menyerap informasi di medsos. Untungnya handphone saya tidak ada aplikasi medsosnya,” kata orang nomor satu di Pemkab Kutim.

Namun yang terpenting dari penuturan bupati tetap patuhi anjuran pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan, PHBS, gunakan masker, jaga jarak, pembatasan sosial berskala besar (social distancing) serta sering mencuci tangan.

Sementara Wabup Kutim Kasmidi Bulang menambahkan terkait kesembuhan warganya Nensy artinya dapat memberikan energi positif bagi pasien yang masih terpapar covid-19 akan tumbuhnya semangat untuk sembuh.

“Yah syukur Alhamdulillah selamat kepada ibu Nensy tetap isolasi mandiri dibawah pendampingan tentunya 14 hari kedepan serta melakukan berbagai tahapan protokol medis, anjuran pemerintah secara benar. Kita doakan akan menyusul pasien-pasien lainnya yang masih berjuang melawan corona agar dapat sembuh,” tutup Wabup.

(adv/rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *