Metro Kaltim

Dampak Karhutla, Sawit Siap Panen Ludes Terbakar

Sangatta, Metrokaltim.com – Pasca musibah kebakaran lahan PT SAS di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong, kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan oleh petugas gabungan Karhutla yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD bersama dukungan pihak stakeholder lainnya (perusahaan).

Hal ini dipertegas Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, Dandim 0909 Sangatta Letkol (Czi) Pabate, Kepala BPBD Kutim, Syarifuddin Syam adapun giat siaga karhutla terus dilakukan baik dalam memantau perkembangan kondisi lahan yang terbakar, dan lokasi lahan di sekitarnya.

Teddy mengungkapkan, kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut selain berdampak pada peningkatan polusi udara karena kabut asap, juga berdampak ludesnya hasil perkebunan sawit yang siap di panen pada bulan Desember 2019 mendatang.

Adapun langkah dan upaya yang dilakukan jajaran tim gabungan karhutla meliputi, upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi titik api yang masih menimbulkan asap terutama pada titik hospot dan sekitarnya.

Petugas gabungan terus berupaya memadamkan karhutla yang terjadi di wilayah Kutim.

“Melanjutkan penyekatan areal yang terbakar untuk menghindari meluasnya areal yang terbakar, sementara unit lidik kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk dapat segera mengamankan oknum yang tidak bertanggung jawab membakar lahan tersebut,” tegas Teddy.

Sementara itu hingga Selasa petang ini petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan. “Sebagai bentuk antisipasi penanggulangan kebakaran lahan pada areal hutan warga yang masih didapati titik api di sepanjang jalan poros yg di lokasi PT. SAS, juga pada Blok E, Blok F, Blok G areal kebun PT. SAS,” tutup kapolres.

Hingga berita ini diturunkan Kamis (26/9) berdasarkan sumber laporan hasil giat tim Gabungan Kodim 0909 Sangatta, Polres Kutim Bersama BPBD.
Pimpinan Team Karhutla Meliputi :

  1. Kabag Ops Polres Kutai Timur
  2. Danramil 0909-05/Ma.Bkl
  3. Kapolsek Muara Ancalong

Tim Penanggulangan Karhutla :

  1. TNI : 8 personel
  2. Polres Kutim : 65 personel
  3. BPBD Kutim : 7 personel
  4. Karyawan PT SAS : 92 orang
  5. PT Bayan Group : 15 orang

Peralatan yang digunakan penanganan Karhutla :

  1. Exsavator : 9 Unit
  2. Mesin sedot air : 35 Unit
  3. Pompa air besar dari BPBD : 1 Unit
  4. Water Tank Dari PT Bayan : 2 Unit
  5. Ambulan PT Bayan : 1 Unit

(aji/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *