Metro Kaltim

Diduga Serangan Jantung, Mekanik Bengkel Ditemukan Tewas Mendadak

Balikpapan, Metrokaltim.com – Seorang mekanik bengkel di temukan tidak bernyawa di tempat kerjanya di kawasan Jalan Mayjrm Sutoyo, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, pada Sabtu (6/10) malam sekira pukul 20.00 Wita. Tak ayal, penemuan mayat tersebut membuat geger warga sekitar.

Pertama kali korban bernama Abdul Aziz (50) ini ditemukan warga tergeletak di dekat bengkelnya. Melihat itu, warga pun langsung menyampaikan kepada warga sekitar untuk melakukan pengecekan. Namun karena tidak ada yang berani, warga selanjutnya memberitahukan kejadian itu ke petugas TNI yang bermarkas di depan bengkel Bina Karya Teknik tersebut.

Bersama dengan petugas, warga selanjutnya melakukan pengecekan. Dan ternyata benar, korban yang merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman RT 05 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, sudah dalam kondisi meninggal dunia. Atas penemuan itu, lokasi pun langsung dipadati warga. Pihak kepolisian yang mendapat informasi, juga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jasad korban saat sebelum dievakuasi dari bengkel tempatnya bekerja.

Selang beberapa saat, petugas kepolisian yang dibantu pihak BPBD Kota Balikpapan serta relawan, langsung mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), untuk keperluan visum. Namun saat hendak dievakuasi, tampak luka di bagian kepala belakang korban yang diduga benturan benda tumpul.

“Saat ditemukan sudab meninggal dunia di sana (TKP, Red). Informasinya motor korban tidak ada, makanya ada yang bilang kalau kejadiannya karena perampokan,” kata salah satu warga bernama, Rahmat.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Costa Sabam Siahaan, membantah kalau korban meninggal karena kasus perampokan. Dari hasil penyelidikan sementara yang mereka lakukan, korban meningal murni karena penyakit jantung yang dideritanya.

“Diduga karena sakit, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Soal luka di bagian kepala diduga karena jatuh saat sakitnya kambuh. Uang tunai sebanyak Rp 7.285.000 juga kami amankan di lokasi dan tidak ada hilang,” timpal Costa.

Setelah jenazah korban dibawa ke RSKD. Pihak keluarga almarhum meminta kepada petugas, agar jenazah tidak dilakukan autopsi. “Mereka sudah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan visum dalam, karena keluarga sudah tahu bahwa korban sudah mempunyai riwayat sakit jantung sejak beberapa bulan terakhir,” pungkasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *