Metro Kaltim

Diduga Sudah Lima Hari, Mayat Tohari Ditemukan Membusuk

Balikpapan, Metrokaltim.com – Jasad seorang laki-laki ditemukan membusuk di dalam toilet, eks Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Syarifudin Yoes RT 28 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Minggu (17/11) siang sekira pukul 12.50 Wita. Tak ayal penemuan jasad tersebut membuat heboh warga sekitar.

Pertama jali jasad pria tersebut ditemukan oleh Riswan yang mencium bau busuk menyengat sejak Sabtu (16/11). Namun saat itu dia belum menemukan asal bau busuk tersebut. Rasa penasaran Riswan pun semakin menjadi-jadi, setelah Minggu (17/11) siang bau busuk tersebut kian menyengat hingga ke seberang jalan. Dia pun kembali melakukan pencarian asal bau busuk itu.

“Bau busuk ini keciuman dari kemarin, cuman tidak ketemu kemarin aaat kami cari, kemudian bau busuk ini semakin tajam, setelah kami cari lagi ternyata ada mayat di toilet,” ujar Riswan.

Saat dilakukan pengecekan rupanya diketahui jasad tersebut bernama Mohammad Tohari (50) asal Kediri. Yang menurut warga keseharian korban berada di lahan eks pom bensin tersebut.

Jasad Tohari sebelum dievakuasi.

Mendapat laporan adanya temuan mayat, tim Basarnas dan kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad tersebut ke rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) untuk dilakukan visum. Diduga jasad tersebut sudah sekitar lima hari.

“Kami dapat laporan dari warga adanya temuan mayat dan perlu dilakukan evakuasi. Setelah tim kami datang langsung melakukan evakuasi. Diperkirakan jasad tersebut sudah sekira lima harian dengan kondisi seperti itu,” terang Kasi Operasi Basarnas Balikpapan, Octavianto.

Sementara itu saat dikonfirmasi pihak kepolisian menyebutkan berdasarkan keterangan saksi-saksi Tohari sudah sejak beberapa bulan tinggal di lahan eks SPBU tersebut. Dan sehari-harinya bekerja serabutan.

“Informasi daei warga sejak beberapa hari memang Tohari sudah tidak terlihat lagi di sekitar lahan pom bensin ini. Namun warga tidak menaruh curiga karena Tohari diketahui sering berpindah-pindah tempat tidur,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Payan.

Dari sejumlah saksi, lanjut Payan, ada yang menyebut bahwa Tohari pernah mengeluh sakit. Akan tetapi tidak diketahui penyakit apa yang dideritanya.

“Dia hidup sebatang kara, kita belum bisa memastikan apa penyebab kematiannya, kita tunggu dari pihak dokter,” pungkasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *