Ditutup Tiga Hari, Pedagang Pasar Muara Rapak Jalani Test Swab

Balikpapan, Metrokaltim.com – Setelah pada Senin (20/7) ditemukannya klaster baru dalam kasus covid-19 yakni klaster pedagang Pasar Muara Rapak, di mana empat pedagang dinyatakan positif covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan langsung mengambil langkah melakukan penutupan sementara aktivitas pasar di Plaza Rapak, khususnya di lantai dasar tempat pasar tradisional.

Pada Senin malam dipimpin Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa langsung melakukan sterilisasi di area Plaza Rapak.

Seluruh area khususnya di lantai dasar di semprot menggunakan desinfektan. Kemudian pada Selasa (21/7) pagi swab test massal pun digelar.

Didampingi Kapolresta Balikpaan, Kombes Pol Turmudi, Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa yang juga merupakan Dandim 0905 Balikpapan ini memantau langsung jalannya test swab massal.

Test swab yang dijalani oleh pedagang Pasar Muara Rapak.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas temuan kasus konfirmasi positif oleh pedagang Pasar Muara Rapak sejumlah 4 orang kemarin,” terang Agung Putu, di lokasi test swab.

Diketahui, untuk swab massal ini Tim Gugus Tugas menyiapkan 400 swab dari 600 pedagang yang dengan perioritas pedagang yang berada di lantai dasar dengan jumlah seluruh kios sekitar 253. Pelaksanaan swab dilakukan sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 13.00 wita.

“Kalau pedagang jumlahnya sekitar 600 orang tapi yang baru kumpul KTP 250 an pedagang,” kata Ketua Pedagang Muara Rapak Fatmawati.

Dandim Balikpapan dan Kapolresta Balikpapan memantau jalannua test swab massal.

Diakui masih minimnya karena pemberitahuan mendadak sehingga pedagang ada yang langsung datang untuk mendaftarkan diri.

Fatma membantah jika banyak pedagang yang takut melakukan swab gratis. “Insyaallah nggak soal sudah kita sampaikan ke pedagang. Nggak sakit kok kalau kita diswab. Kita usahakan hadir semua,” terangnya.

Adanya penutupan sementara pasar ini membuat sebagian pedagang keberatan, lantaran tidak ada pemasukan yang didapat. “Ada juga yang keberatan ditutup tapi ada juga ikut protokol pemerintah,” tandas Fatma.

Penutupan selama tiga hari ke depan ini guna mengembalikan kepercayaan konsumen dan kenyamanan pedagang, agar bisa kembali normal seperti sedia kala.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.