DPRD Kutim Kucurukan Dana untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kutai Timur, Metrokaltim.com – DPRD Kabupaten Kutai Timur menggelar rapat mengenai percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Asti Mazar, SE M.Si, Wakil Ketua II Arpan,SE, bersama Ketua Fraksi DPRD, juga Sekertaris Daerah Drs H Irawansyah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Wakil ketua I DPRD Asti Mazar mengatakan Kita hanya ingin mengetahui realokasi anggaran tersebut dari mana saja karena kita punya fungsi pengawasan itu yang harus di jalankan supaya begitu ditanyakan masyarakat kita sudah tahu jawabannya dan memaklumi keadaan yang mendesak. Saat di temui usai rapat, Kamis (2/4).

“Sudah di jelaskan secara rinci tinggal kita menerima datanya dan point yang pertama sudah clear bahkan DPRD saya selaku pimpinan rapat kalau bisa anggaran itu di tambah. Bukan berarti kita menanyakan hal itu tidak sepakat. Kami sangat sepakat bahkan kalau ada celah untuk di tambahkan ya kita tambahkan,” terang Wakil Ketua I Asti Mazar.

Wakil Krtua I DPRD Kutim Asti saat memimpjn rapat, Rabu (1/4).

Asti menjelaskan memang anggaran Rp 40 miliar itu masih kurang terhitung tiga bulan. Ada angka kurang lebih Rp 48 miliar yang harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Adapun kekurangannya nanti dibuatkan skema rinciannya apa-apa saja yang harus dianggarkan. Dan yang kedua terkait pokok-pokok pikiran dewan.

Kesepakatan dari ketua-ketua Fraksi kemaren mewakili dari seluruh anggota Fraksi dalam hal ini adalah anggota DPRD Kutim. Bahwa pokok-pokok pikiran dewan di tahun anggaran 2020 dialokasikan untuk penanganan wabah corona dan angkanya pun bervariatif minimal Rp 200 juta perorang.

“Saya bersama pak Arpan dan ibu ketua selaku pimpinan tertinggi di DPRD insyaallah lebih dari Rp 200 juta. Yang jelas Angka pastinya kita belum tahu, dari masing-masing Fraksi belum menyetorkan data dan secepatnya TPAD untuk menyampaikan pergeseran angka tersebut. Baru kita tahu berapa totalnya seluruh pokok-pokok pikiran yang akan di alihkan,” terangnya.

Rapat membahas percepatan penanganan covid-19

Ia juga menegaskan penanganan Covid-19 ini harus kita utamakan di dua OPD Dinas sosial dan Dinas kesehatan. Pengadaan sembako juga Alat Pelindung Diri (APD). Dalam kondisi sekarang masyarakat yang kurang mampu dan harus di rumah saja lebih butuh sembako itu yang diutamakan bukan hanya konstituan tetapi memang yang membutuhkan bukan hanya orang-orang yang memilih kita terus kita kasih yang jelas buat yang betul-betul membutuhkan, jadi lebih fokus ke dua dinas.

“Tadi dalam rapat juga ibu dan bapak dewan menyampaikan mungkin perlu tandon juga wastapel tapi TAPD bilang kalau bisa lebih fokus di dua Dinas tersebut karena masyarakat lebih perlu itu. Kalau tandon dan wastapel perusahaan-perusahaan banyak yang sudah menyumbang. Pada intinya semua sangat sepakat Rp 40 miliar ibu ketua juga sudah menyampaikan kalau pun di tambah juga tetap sepakat,” ungkapnya.

“Ini kan atas nama kemanusian mengutamakan keselamatan masyarakat. Dan ini bentuk keseriusan dari kami semua untuk menangani covid-19 ini jangan sampai ada lagi korban selanjutnya. Kalau saya di tanya takut untuk turun ke kantor, saya bekerja dari rumah, cuma keadaan yang mengharuskan kita untuk turun pertemuan secara fisik seperti ini mau tidak mau tetap kami lakukan demi masyarakat yang sudah memberikan amanahnya kepada kami,” tegas Asti Mazar.

Wakil ketua I DPRD Asti Mazar mengimbau pada masyarakat agar mentaati peraturan pemerintah, agar di rumah saja kalau pun mengharuskan keluar rumah ikuti protaf-protaf covid-19 memakai masker, tetap jaga jarak, jangan bersentuhan, memakai hand sanitaizer dan sesering mungkin mencuci tangan.

(adv/rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *