Enam Desa di Malinau Merdeka dari Kegelapan, Berkat Listrik PLN

Malinau, Metrokaltim.com – Dalam semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, PLN memberikan kado manis bagi masyarakat Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dengan telah menyalanya listrik dienam desa yang tersebar Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir. Peresmian operasi listrik PLN yang kini telah mengalir selama 24 jam tersebut diresmikan pada oleh Manajer PLN ULP Malinau, Bambang Heriyanto, bersama para perangkat desa.

Keenam desa yang dimaksud adalah Desa Bila Bekayuk, Long Loreh, Sengayan, Pelencau , Long Adiu, Punan Long Adiu. Sedikitnya 634 kepala keluarga kini telah menikmati listrik PLN. Listrik untuk keenam desa ini disuplai dari PLTD Malinau yang saat ini memiliki daya mampu 9800 kW dan beban puncak 9059 kW.

Mina selaku Kepala Desa Long Loreh, mewakili warga desa mengungkapkan rasa syukur atas masuknya listrik PLN ke desa mereka. Dia berharap dengan adanya listrik PLN, geliat ekonomi desa semakin tumbuh berkembang.

“Terima kasih sudah hadir di desa kami, karena listrik PLN sudah didambakan warga sejak lama. Sebelumnya, warga mengandalkan genset pribadi untuk penerangan sehari-hari,” kata Mina.

Terpisah, General Manager PLN UIW Kaltimra, Sigit Witjaksono mengatakan bahwa proyek listrik pedesaan ini mulai dikerjakan bulan Maret 2020.

Enam desa di Kabupaten Malinau akhirnya mendapat aliran listri dari PLN.

“Negara kita diterpa pandemi saat proyek listrik desa ini dimulai. Namun tim tetap bekerja seperti biasa sehingga alhamdulillah kami mampu selesaikan dan meresmikannya tepat waktu dihari peringatan Kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Di enam desa tersebut, PLN telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 33,23 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTM) 10,19 kms dan 5 unit gardu distribusi dengan daya 400 kVA. Dijelaskan oleh Sigit, membangun jaringan listrik di pedesaan bukan tanpa kendala.

“Kesulitannya jalanan terjal atau areal tambang yang harus dilalui selama mobilisasi pengerjaan proyek. Apalagi kalau hujan, petugas sampai dorong mobil karena tidak bisa lewat. Namun berkat bantuan dan sinergi antara PLN, Pemerintah Daerah dan warga setempat menjadikan penyambungan ini bisa terwujud”, tambahnya.

Kesiapan PLN UIW Kaltimra untuk menerangi desa-desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara telah diungkap sebelumnya oleh Sigit. Saat ini rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sudah 100%. Namun demikian, PLN akan terus berupaya untuk hadir di desa-desa yang saat ini belum terlistriki oleh PLN.

“Senada  dengan visi PLN untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat pembangunan infrastruktrur kelistrikan, kami terus upayakan pembangunan proyek listrik pada desa-desa yang saat ini belum terlistriki PLN,” tutup Sigit.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *