Forum RT dan Ketua RT di Sangatta Laporkan Oknum Warga, Diduga Sebar Postingan Provokasi Pembagian Sembako ke Masyarakat

Kutai Timur, MetroKaltim.com – Di tengah merebaknya penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) baik Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar, MT bersama Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang, ST.,MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutim Drs Irawansyah, M.Si melalui Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Kabupaten Kutim Jamiatulkhair turut mendistribusikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak covid-19.

Yang mana untuk mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah tersebut, sebelumnya warga dapat berkoordinasi dengan ketua RT-nya masing – masing, dengan menunjukan persyaratan data KTP dan Kartu Keluarga.

Di tengah para Ketua RT bersama Pemkab Kutim, Dinsos Kutim berkonsentrasi penuh pada pembagian sembako. Ada saja oknum warga yang kurang bertanggung jawab dengan memperkeruh aksi provokasinya melalui media sosial (medsos) dengan menebar ujaran kebencian alias hoax.

Seperti yang dilakukan oknum warga berinisial SN warga Sangatta Utara, yang mencemarkan nama baik Ketua RT melalui unggahan postingan facebook dan disebar ke group forum jual – beli.

Adapun isi postingan ujaran kebencian tersebut berbunyi: “Kepada yth Bapak presiden, pak gubenur dan pak bupati. Dengan hormat tolong pak kalau mau kasih bantuan korona, jangan lewat RT atau RW karena warga perantau yang ngontrak tidak pernah dapat jatah biasanya malah sodara dan teman-teman dekat mereka yang dapet. Kalau bisa bentuk tim khusus aja…biar adil dan merata…,” tulia oknum warga SN di akun facebook pribadinya.

Postingan di medsos yang diduga berisi provokasi terkait pembagian sembako ke warga.

Setelah viral tersebar di group forum jual – beli menuai kencaman dari para ketua RT. Salah satu perwakilan Ketua RT 13 Gang Assadiyah Kecamatan Sangatta Utara, Heru Mulyono mengatakan postingan ujaran kebencian yang dilayangkan oleh oknum warga ini sangat menyinggung para ketua RT se-Sangatta.

“Tidak benar sekali apa isi postingan yang dituduhkan kepada kami dan tidak berdasar, serta mengarah pada provokasi juga hoax,” beber Ketua RT 13 dengan nada geram saat diwawancarai Metro Kaltim melalui ponselnya.

Nasi sudah menjadi bubur, dengan dimediasi oleh Ketua Forum RT sekaligus anggota DPRD Kutim Basti Sangga Langi didampingi perwakilan Ketua RT lainnya akhirnya oknum SN yang menebar ujaran kebencian (hoax) langsung di gelandang ke mapolsek Sangatta Utara, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Setelah cukup alot bermediasi keluarga oknum warga SN tadi memohon dan meminta maaf serta penyelesaiannya hendaknya dapat ditempuh dengan jalan damai.

“Makanya lain kali hati-hatilah dan bijak dalam menggunakan medsos. Padahal diketahui sebenarnya SN bukanlah pelaku utama yang menulisnya di facebook dirinya hanya memposting ulang (menyebarluaskan, Red) namun kena ‘getahnya’. Bahkan semua isinya cendenrung lontaran fitnah yang ditujukan kepada para ketua RT serta tidak berdasar,” jelas Basti.

Oknum warga SN yang diduga menyebarkan provokasi meminta maaf dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Untuk itu Basti dan ketua RT lainnya diantaranya Heru Mulyono, Khoirul, Rahmad Firdaus, Indra Gunawan, meminta SN membuat surat penyataan klarifikasi dan permohonan maafnya dengan dibubuhi materai (landasan hukum), dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang telah mencemarkan nama baik ketua RT dihadapan polisi.

“Setelah surat pernyataan dibuat atas rasa penyesalannya dan permohonan maaf oknum warga SN, saya bersama ketua RT lainnya meminta si oknum pelaku untuk memposting kembali pernyataan klarifikasi dan permohonan maafnya di group forum jual-beli via medsos demi membersihkan kembali nama baik para ketua RT,” jelas Basti.

Sementara Ketua RT 13 Assadiyah, Heru sangat menyayangkan tindakan oknum pelaku penebar ujaran kebencian. “Janganlah memperkeruh suasana ditengah pemerintah, Dinsos Kutim, DPRD Kutim yang tengah bekerja keras untuk membantu masyarakatnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan sembako menghadapi antisipasi covid-19. Beruntung saja kami selaku RT menanggapinya dengan lapang dada dan mau memaafkan. Sekali lagi saya ingatkan hati-hati menggunakan medsos jangan sampai mengarah pada Sara, Kutim ini terbilang konfusif jangan di rusak dengan stigma-stigma negatif yang tidak benar,” tutur Heru.

Basti bersama Heru mengungkapkan jadikanlah peristiwa yang dialami sebagai pembelajaran. Jangan sampai akibat informasi salah dan di sebar nantinya malah dikenakan proses hukum melalui saja pasal UU ITE.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi siapa saja agar lebih cermat dan memanfaatkan hal-hal positif saat menggunakan facebook agar tidak mengarah akan aksi provokasi yang bisa saja berbuntut sara,” tutup Basti.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.