Gara-gara Pisang, Pelaku Susun Aksi Pembunuhan Pedagang Jeli di Gapura SD Balikpapan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Motif pembunuhan di depan Gapura SD 002, Jalan Cendrawasih, RT 17, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, akhirnya terungkap. Hanya gara-gara pisang seharga Rp 15 ribu, Masdarif alias MAS (50) tega menghabisi nyawa pedagang jeli, Ahmad Jumadi (48).

Diberitakan sebelumnya, Masdarif telah di tahan Mako Polsek Balikpapan, beberapa saat setelah membunuh Ahmad. Kini, warga Jalan Sorong Gatuino, RT 08, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, itu tengah diperiksa oleh penyidik kepolisian.

Beberapa jam setelah pembunuhan, Polsek Balikpapan Utara menggelar rilis kasus tersebut. Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Mokhammad Mas’ud, memimpin jalannya rilis ini. Ia menjelaskan detail awal mula pembunuhan ini terjadi.

Kata dia, semua ini bermula ketika Ahmad membeli sesisir pisang susu seharga Rp 15 ribu di rumah Masdarif. Setelah dibeli, Ahmad menganggap pisang milik Masdarif itu tak bagus. Sehari setelahnya, dia kembalikan pisang kepada Masdarif. Namun cara pengembalian Ahmad terbilang kasar.

“Karena tidak cocok, dikembalikan pisangnya sambil korban marah-marah, dilempar pisangnya di depan rumah pelaku,” cerita Mas’ud, Sabtu (29/2) siang.

Kejadian pengembalian secara kasar itu rupanya dipendam dalam diri pria paruh baya itu. Anak Masdarif yang bersekolah di SD 002, Muara Rapak, membuat ia kerap bertemu dengan Ahmad. Sebab, Ahmad sering mangkal di gapura SD 002 berjualan jeli.

Tiap kali Masdarif bertemu Ahmad, sebut Mas’ud, mata kedua lelaki itu saling melotot, seperti saling menantang. “Menjelang satu bulan terakhir ini terjadilah pelototan mata, saling menceleng antara korban dengan pelaku,” sebut perwira melati satu di pundak itu.

Sering diplototin membuat amarah dalam diri Masdarif semakin menjadi-jadi kepada Ahmad. Pria beruban ini kemudian menyusun aksi lebih berbahaya. Badik sepanjang sekira 30 sentimeter yang dibelinya setahun lalu sering diasah Masdarif dalam beberapa hari terakhir ini.

“10 hari belakangan ini dendamnya sudah semakin memuncak. Tersangka sering mengasah pisau ini. Habis diasah disimpan di dalam jok motornya,” urai Mas’ud.

Puncak amarah Masdarif kepada Ahmad terjadi pada Sabtu (29/2), sekira pukul 10.00 Wita. Saat hendak menjemput anaknya sekolah, Masdarif menghampiri Ahmad yang sedang berjualan jeli di gapura SD 002. Ia kemudian beradu mulut dengan Ahmad.

Tak beberapa lama cekcok, Masdarif lalu mengambil badik yang ia simpan di dalam jok sepeda motornya jenis Suzuki Address biru bernopol KT 5817 ZJ. Badik yang ia persiapkan jauh-jauh hari itu kemudian ia tusukan ke bagian perut sebelah kiri Ahmad. Hal ini membuat perut Ahmad robek besar.

“Tiga kali tusukan. Luka di perut sebelah kiri, dan lengan sebelah kiri. Luka di lengan sudah terbuka, tinggal tulang aja,” ungkap Kapolsek Balikpapan Utara.

Usai ditikam, Ahmad dilarikan ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo oleh warga. Namun nyawanya tak tertolong. Warga yang tinggal di Jalan Telindung, Muara Rapak, ini menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *