Hasil Donasi Gawai yang Digalang Disdikbud Balikpapan Dibagikan, Terkumpul 1.108 Gawai dan 1.758 Kartu Perdana

Balikpapan, Metrokaltim.com – Peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 RI berlangsung di tengah pandemi Covid-19, upacara bendera yang setiap tahun digelar di Lapangan Merdeka Balikpapan, pada tahun ini digelar di Balai Kota. Selain itu pembatasan peserta upacara turut dilakukan dan juga menerapkan protokol kesehatan.

Selain menggelar upacara bendera, Pemerintah Kota Balikpapan juga menyerahkan bantuan berupa ponsel android, laptop, dan kartu perdana hasil donasi yang digalang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan hingga Sabtu (15/8) lalu.

Gawai yang berasal dari sejumlah donatur ini diterimakan oleh pihak sekolah selaku pihak yang mengajukan bantuan. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat menyerahkan donaai berupan HP android kepada siswa yang membutuhkan.

Ponsel android yang berhasil dikumpulkan dari donasi selama beberapa waktu terakhir mencapai 1.086 unit, laptop 22 unit dan paket data sejumlah 1.758 kartu perdana.

“Ini yang kami serahkan secara simbolis pada perwakilan yang hadir. Sisa yang belum kami serahkan akan kami salurkan melalui seluruh Kepala Sekolah, mulai dari SD, SMP, dan SMA/SMK,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin.

Selanjutnya, donasi itu akan diserahkan kepada siswa yang terdata di setiap sekolah. Sehingga, kata Muhaimin, tugas Dinas Pendidikan dalam menghimpun donasi saat ini telah selesai.

Kepalda Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin.

“Seberapa pun yang didapat akan kita bagikan. Jadi kalau ada donatur lagi yang ingin membantu silakan berhubungan dengan sekolah, karena data berdasar hasil verifikasi ada di sana,” ucapnya.

Sementara itu, berdasar data yang Disdikbud, jumlah siswa yang membutuhkan gawai berjumlah 1.531. Meski masih kekurangan sekira 400 unit, namun ia memastikan tak akan ada kecemburuan dikalangan masyarakat yang akan mendapatkan.

“Soal kecemburuan harusnya tidak, karena ini namanya donasi. Artinya memberi. Kalau tidak mencapai target, ya tidak apa-apa, itulah yang diberikan masyarakat kepada Balikpapan,” terang Muhaimin.

“Tapi untuk yang tidak dapat, pertama kita akan mengupayakan mudah-mudahan masih ada donatur yang mau membantu,” pungkasnya.

(ftm/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *