Heboh Corona, Masker di Balikpapan Mendadak Kosong

Balikpapan, Metrokaltim.com – Virus corona atau Covid-19 benar-benar meresahkan. Meski berasal dari Tiongkok, namun dampak yang ditimbulkan corona sudah sampai di Balikpapan. Sejumlah apotek di Kota Minyak sudah tak lagi menjual masker gara-gara virus mematikan ini.

Seperti Apotek Fajar Farma yang berlokasi di Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Di apotek ini sudah tak menjual masker sejak sebulan yang lalu. Sebab, distributor masker tak pernah lagi mengirimkan masek ke Apotek Fajar Farma.

“Stok di sini sudah kosong. Dari awal muncul berita virus corona itu, itu pabrik (distributor masker) gak kirim masker,” kata Hera, petugas Apotek Fajar Farma, Senin (4/2).

Apotek lainnya yang tak lagi menjual masker yaitu Apotek Kimia Farma di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Balikpapan Tengah. Penyebabnya pun sama, distributor sudah tak lagi mengirimkan masker ke toko obat ini sejak sebulan lalu.

“Kami sudah pesan dari dulu, dan sampai sekrang belum ada sama sekali datang,” kata Ana, petugas Apotek Kimia Farma di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Kalau pun ada, harga masker di Apotek Kimia Farma itu sangat mencekik. Seperti ketika terakhir kalinya masker datang ke apotek ini sebulan lalu. Saat itu, distributor mengirimkan empat dus masker berbagai merek. Jumlah isinya bermacam-macam.

Ketika itu, sebut Ana, harga termurah masker di Apotek Kimia Farma dibandrol Rp75 ribu per satu kotak isi empat buah masker. Termahalnya bisa mencapai Rp275 ribu per satu kotak. Mahalnya harga masker ini lantaran harga dari distributor masker juga mengalami kenaikan. “Sebelum-sebelumnya, harga termuarah masker Rp35 ribu per kotaknya,” sebut Ana.

Dia menduga, mahalnya harga masker hingga sulitnya mendapatkan masker lantaran merebaknya isu corona. Sebab, tak sedikit masyarakat mengkhawatirkan akan terkena dampak virus corona. “Pokoknya sejak ada isu virus corona itu masker langsung membludak, dan banyak warga yang langsung beli masker dalam jumlah banyak,” tandasnya.

Salah satu warga Balikpapan yang membutuhkan masker adalah Syerli. Namun, lantaran persedian masker lagi kosong, membuat perempuan ini belum mendapatkan masker ketika ditemui awak media. Dia mengaku, membutuhkan masker lantaran saat ini lagi heboh isu virus corona.
“Buat jaga-jaga aja. Kalau sekerang enggak ada, pas kebetulan sakit itu, apa enggak mudah cepat tertular,” singkat warga Balikpapan Utara ini.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *