Honor Ad Hoc Habiskan Rp 13 Miliar

Balikpapan, Metrokaltim.com – Estimasi anggaran yang terpakai untuk honor tim ad hoc di Pilkada 2020 ini mencapai Rp 13 miliar. Anggaran tersebut berasal dari dana hibah Pemkot Balikpapan untuk pelaksanaan pilkada dengan total mencapai Rp 53 miliar.

Sebanyak Rp 13 juta sampai Rp 14 juta yang diambil dari anggaran ini dialokasikan untuk honor ad hoc miliar, anggaran ini sebagai honor untuk petugas PPK, PPS, PPDP dan KPPS. “Kalau KPPS saja Rp 10 miliar lebih. Hampir Rp 11 miliar,” ungkap Menurut Sekretaris KPU Kota Balikpapan, Syabrani (5/10).

Honor KPPS ini diberikan berdasarkan hitungan satu bulan kerja. Kisarannya mulai Rp 650 ribu hingga Rp 900 ribu, tergantung jabatannya yang terdiri anggota, sekretaris, dan ketua.

Sementara untuk honor PPK menghabiskan Rp 700 juta, PPS Rp 1,7 miliar. Ini adalah honor bagi petugas PPS, PPK dan sekretariat yang jumlahnya mencapai 252 orang. Besaran honor petugas PPK dan PPS ini mulai Rp 1 juta hingga Rp 2,2 juta.

“Kalau PPDP jumlahnya 1.500 orang, KPPS 13.500 orang termasuk linmas,” sebutnya. Jumlah anggaran honor KPPS yang mencapai Rp 10 miliar juga termasuk honor petugas linmas.

Lebih lanjut, honor bagi PPK dan PPS diberikan per bulan, sementara PPDB dan KPPS diberikan dengan hitungan satu bulan kerja atau satu kali.

Sebelumnya disebutkan, serapan anggaran Pilkada 2020 telah mencapai 65 persen dari Rp 53 miliar, atau sekira Rp 25 miliar. Untuk anggaran covid-19, baru-baru ini KPU menerima anggaran dari APBN sebesar Rp 12 miliar. Sebelumnya KPU juga menerima Rp 1,7 miliar yang telah digunakan untuk kegiatan hingga Juli.

Honor petugas memang termasuk pengeluaran terbesar anggaran Pilkada 2020. “Nanti honor yang akan dikeluarkan, paling besar untuk di KPPS, karena petugas KPP mencapai 13.500 orang,” tandasnya.

(ftm/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *