Metro Kaltim

Ini Hasil Operasi Antik Mahakam 2019

Balikpapan, Metrokaltim.com – Penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih cukup tinggi. Hal ini terbukti saat digelar operasi Anti Narkotika (Antik) Mahakam 2019 di wilayah hukum Polda Kaltim, yang berlangsung selama 15 hari sejak 19 Agustus hingga 2 September 2019, berhasil meringkus sebanyak 199 tersangka penyalahguna narkoba.

Tak hanya pelaku saja yang banyak, operasi yang gelar secara tertutup selama dua pekan itu juga berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti narkotika, diantaranya sabu seberat 1,9 Kg, ekstasi 1.498 butir dan LL sebanyak 6.367 butir, dari seluruh jajaran di wilayah Polda Kaltim, selengkapnya lihat tabel.

Data Operasi Antik Mahakam 2019 Polda Kaltim.

Direktur Reserse Narkoba (Dirreskoba) Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Shaury mengungkapkan bahwa pihaknya bersama polres jajaran telah maksimal melakukan pemberantasan narkoba pada Operasi Antik Mahakam 2019 ini.

“Kami terus memaksimalkan dalam pengungkapan narkoba di wilayah Kaltim. Hal ini untuk menekan angka peredaraan dan penualahgunaan narkotika,” bebernya.

Dikatakan Shaury – sapaan akrabnya bahwa ada beberapa kasus yang menjadi atensi diantaranya di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Satuan kewilayahan berhasil mengamankan bandar sabu yang sudah menjadi target operasi (TO).

“Ada dua tersangka yang masuk TO ada di Samarinda dan Kukar. Keduanya berhasil diamankan bersama barang bukti sabu dengan jumlah banyak,” ungkapnya.

Diketahui tersangka yakni Eko Darmawan alias Yus (34) diamankan pada 19 Agustus dengan barang bukti sabu seberat 615,6 gram yang merupakan TO Polres Kukar.

Sedangkan Kenang Hadi Saputra alias Kenang (35) yang diamankan pada 28 Agustus dengan barang bukti 988,42 gram.

“Pelaku yang sudah diamankan akan terus dikembangkan sehingga kami bisa mengamankan bandar lainnya. Kesulitannya jaringan ini terputus karena mereka hanya komunikasi melalui handphone,” pungkasnya.

Sejauh ini, wilayah yang masih menjadi pantauan oleh jajarannya yakni wilayah perbatasan. Di mana lokasi perbatasan Indonesia – Malaysia ini masih marak ditemui penyelundupan narkotika jenis sabu.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *