Ini Pentingnya Staf BPBD Kutim Mengikuti Pelatihan Mengelola DBH-DR

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Membuka secara resmi Workshop Penatausahaan Pengendalian dan Pelaporan Keuangan Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla (DBH-DR) Tahun 2020. Suko Bouno, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Bupati Kutai Timur Ir H Ismunadar MT hadiri acara tersebut, yang juga di hadiri OPD dan para tamu undangan berlangsung di Hotel Royal Victoria, pada Rabu (11/3).

Suko Buono, mengatakan bahwa dengan adanya angaran dana bagi hasil (DBH) dalam upaya pencegahan Karhutlah, agar jangan sampai salah dalam melakukan akuntansinya atau mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Ia menjelaskan Kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk kita semua dalam kegiatan workshop. “Kami atas nama Bupati serta pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengucapkan terimakasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim yang telah melakukan proses kegiatan ini,” terangnya.

Foto bersama dalam kegiatan workshop Penatausahaan Pengendalian dan Pelaporan Keuangan Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla (DBH-DR) Tahun 2020.

“Apa bila jika kita salah dalam proses pengadministrasian dan pelaporan pertanggungjawaban terhadap keuangan DBH-DR, pastinya akan sangat berdampak terhadap DBH di tahun yang akan datang mengikuti kegiatan workshop ini secara baik, bersungguh-sunguh, memahami dengan baik sesuai aturan yang ada. Saya yakin bagi seluruh peserta yang akan mengikuti kegiatan ini akan memiliki kapasitas dan kemampuan (maksimal) untuk tujuan baik juga benar,” tambahnya.

Senada dengan Suko Bouno, Kepala BPBD Kutim Syafruddin menyampaikan bahwa kegiatan workshop penatausahaan, pengendalian dan pelaporan keuangan kegiatan pencegahan dan penanggulangan Karhutlah (DBH-DR) tahun 2020 ini diikuti oleh pejabat dan staf BPBD Kutim yang khusus mengelola DBH-DR, yang akan dilaksanakan selama tiga hari.

Ia menegaskan pentingnya pelatihan ini sangat diperlukan bagi staf BPBD Kutim dalam pengelolaan keuangan karena dana DBH cukup besar. Untuk itu dia berharap kepada rekan-rekan untuk mengikuti, mencermati secara benar-benar kegiatan workhsop ini, jangan sampai ada yang meningalkan tempat disaat kegiatan berlangsung.

“Ada pun tujuan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kopetensi dan pengetahuan tentang SDM yang profesional khususnya bagi staf BPBD Kutim dalam rangka pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan,” tutup Kepala BPBD Kutim Syafruddin.

(adv/rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *