Ini Salah Satu Kegiatan Kidang yang Tak Lepas di Tengah Kesibukannya Sebagai Anggota DPRD Kutim

Makassar, Metrokaltim.com – Di tengah padatnya Kunjungan Kerja (Kunker) dimanapun daerah yang di kunjunginya tak membuat anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur melupakan kewajibannya dalam menjalankan perintahnya yaitu salat lima waktu.

Usai menghadiri perhelatan HUT Kabupaten Kutai Timur bersama rombongan Wakil Bupati Kutai Timur H. Kasmidi Bulang Rabu (19/2), pada Kamis (20/2) anggota DPRD Kutim, Kindang dan rombongan menuju Kota Makassar.

Agenda Makassar merupakan agenda senggang untuk persiapan kembali ke Kabupaten Kutai Timur, saat berada di kota kelahiran pahlawan “ayam jantan dari Timur” Sultan Hasanuddin tiba saatnya Kidang berwisata religi sembari menengakan kewajibannya dalam mendirikan salat.

“Tentunya sikap, perbuatan, tingkah laku, ucapan, amal, kebaikan hingga salat sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim dalam menunaikannya. Apalagi saya bersama istri sudah beberapa kali melaksanakan ibadah umroh tentunya sudah tidak main-main baik saat pelaksanaan haji maupun umroh artinya kita sudah berikrar “nawaitu” dalam hati akan berbagai nilai-nilai ajaran yang di wahyukan dari Allah Swt melalui Nabi Muhammad Saw dan tertuang dalam kandungan Al-quran untuk terus disi’arkan dan amalkan,” ulas Kidang.

Kidang mengungkapkan dirinya bisa seperti saat sekarang menurutnya datangnya dari Allah Swt sebagai garisan hidup tinggal kembali kepada ummatnya apakah dalam melaksanakannya benar-benar amanah atau tidak. “Dengan salat kita selalu mengingatnya dan Isnya Allah akan terhindar dari dosa, kemudaratan terlebih sebagai anggota dewan kita harus bisa memisahkan mana hak masyarakat dan mana hak pribadi karena pada akhir hayat semua umat manusia akan diperhitungkan di hadapnya,” ungkapnya.

Saat berada di Makassar memasuki waktu subuh, Kidang bersama istrinya Mursidah Kidang langsung tergerak hatinya dengan meringankan langkah kakinya menuju pusat sarana ibadah masjid terbesar yaitu mesjid Al – Markaz Al-Islami yang menjadi sarana ibadah kebanggaan bagi umat muslim di Makassar sekaligus pusat pendidikan pembelajaran agama Islam.

Masjid Al Markaz Al-Islami mulai berdiri kokoh dan megah pada tahun 1994 terdiri dari 3 lantai berbahan material batu granit. Kidang mengakui Kabupaten Kutai Timur juga memeiliki masjid besar tak kalah mewah di lengkapi dengan lift menara kubah di kawasan sentra pusat Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur Kota Sangatta Provinsi Kaltim bernama Masjid Al-Faruq.

Namun di luar-luar jam kerja (kedinasan) Kidang prihatin jumlah jemaahnya kurang meramaikan masjid tersebut, menurutnya jika saat masih mantan Bupati Kutim sekaligus mantan Gubenur Kaltim H Awang Fahroek Ishak pada awal progressnya membangun mesjid tersebut tepat berada di jantungnya Kota Sangatta sudah pasti jumlah jemaahnya kian meningkat.

Walau demikian kondisinya Kidang tetap mengimbau khususnya umat muslim dapat bersama-sama meramaikan keberadaan masjid yang tersebar bangunannya di Sangatta agar nuansa religi (keagamaan) dapat lebih hidup sehingga Kabupaten tempat bernaung hidup senantiasa di limpahkan keberkahan dengan segenap masyarakatnya.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.