Metro Kaltim

Ini yang Dilakukan Anggota DPRD Kutim Kidang, Menghabiskan Hari Liburnya

Bengalon, Metrokaltim.com – Jika sebagian orang mengisi hati libur dengan beristirahat santai di rumah atau berlibur ke luar daerah, tapi tidak dengan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur ini.

Anggota dewan dari Partai Berkarya, H Masdari Kidang ini memilih menghabiskan waktu liburnya untuk bercocok tanam padi gunung di lahan yang ia kelola di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur.

Bertani bagi politisi Bekarya itu sudah menjadi aktivitas kesehariannya jauh sebelum dirinya diamanahkan sebagai anggota DPRD Kutim. Maka tak heran saat Kunjungan Kerja (Kunker) ke kantor DPRD Polewali Mandar, tema yang dibahasnya tak lepas dari sektor pertanian.

“Saya lebih baik mengkomsumsi beras dari padi gunung yang saya tanam sendiri tentunya cita rasa beras yang dihasilkan lebih bagus kualitasnya alami dan sangat baik untuk kesehatan,” ujar Kidang.

Anggota DPRD Kutim Kidang saat menggarap lahannya untuk ditanami padi gunung.

Anggota DPRD Kidang mengungkapkan, adapun usaha yang dikembangkan di luar profesi sebagai anggota dewan diantaranya bercocok tanam, kebun sawit dan sarang walet.

Untuk mengusir rasa penasaran jurnalis MetroKaltim.com terkait hasil panen padinya apakah di pasarkan. “Kalau padi sebagian besar untuk dikomsumsi, apabila ada masyarakat yang mau dengan beras kami tak jarang saya berikan saja secara cuma-cuma (gratis Red),” imbuhnya.

Baginya interaksi sosial kemasyarkatan terus ditanam dalam sanubari Ketua PAC Pemuda Pancasila Bengalon itu. “Tidak semua masyarakat dalam kondisi tidak ada atau kesusahan ekonomi mampu membeli beras, terkadang ada saja warga yang datang kepada saya meminta beras hasil produksi panen yah saya langsung berikan. Itulah mengapa saya di dewan. Benar-benar ingin memperjuangkan masyarakat,” terang Kidang saat di wawancarai via ponsel.

Bahkan baik diladang padi, perkebunan sawit, rumah walet milik Kidang banyak memperkerjakan warga sekitar, bahkan tenaga para penggarap lahan yang membantu dalam mengelola lahannya di gaji di atas rata-rata standar UMK.

“Mereka yang saya pekerjakan itu hampir rata-rata bertahan lama, saya pernah menanyakan kepada mereka mengapa betah kerja sama saya ini kata mereka karena penghasilannya terbilang manusiawi,” tuturnya.

(aji/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *