Metro Kaltim

Kabut Asap Selimuti Kaltim, Sejumlah Penerbangan Tertunda

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dampak kabut asap yang mengepung di sejumlah kota di Kalimantan Timur membuat sejumlah penerbangan harus di tunda lantaran jarak pandang hanya mencapainya 200 meter. Sepeti Bandara Kalimarau di Berau, Tanjung Redeb sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan harus di tunda.

Comunication and Legal Section Angkasa Pura I Balikpapan Anandina Dyah mengatakan, sudah ada delapan penerbangan yang di tunda penerbangannya lantaran kabut asap yang tidak memungkinkan untuk pesawat mendarat di bandara Kalimarau, bandara di Tarakan, serta bandara di Kutai Barat.

“Dari laporan yang ada penundaan penerbangan ini terjadi sejak Jumat kemarin,” jelasnya.

Selain itu, sebanyak 543 penumpang masih menunggu di jadwal ulang pesawat untuk bisa sampai ke Berau. Sementara itu sebagain penumpang meminta pengembalian tiket kepada airline.

“Jumlah penumpang yang tercatat sebanyak 543 orang, yang mengalami penundaan akibat kabut asap yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Selain itu juga beberapa perawat yang seharusnya landing di Samarinda dialihkan ke Balikpapan, dikarenakan asap yang menutupi landasan APT Pranoto.

“Beberapa pesawat mendarat di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, yang seharusnya mendarat di APT Pranoto,” imbuhnya.

Seorang penumpang pesawat Garuda tujuan Berau Rita, mengatakan penerbangan yang seharusnya jam 15.00 di tunda, karena kabut asap yang terjadi di Berau sehingga penerbangan di batalkan.

“infonya karena asap tebal di Bandara, jarak pandang hanya 200 meter saja, jadi penerbangan di batalkan,” bebernya.

Rita yang harus kembali ke Berau untuk bekerja ini memilih jalur darat meski biasa yang cukup mahal untuk sampai di kabupaten Berau.

“Uang refund dari maskapai 900 ribu, jalur darat 1 juta, saya bertiga, jadi lebih mahal jatuhnya,” ungkapnya.

Rita berharap kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Timur bisa Segera berakhir lantaran sangat menggangu aktifitas serta membahayakan bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, pungkasnya.

(Idris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *