Metro Kaltim

Kader PKK se-Kabupaten Kutim Ikuti Pelatihan Publik Speaking

Sangatta, Metrokaltim.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se Kabupaten Kutai Timur (Kutim), ikuti sosialisasi mekanisme teknik penyuluhan dan teknik pidato dalam pelatihan publik speaking, yang dilaksanakan di Gedung Wanita Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Senin (30/9) pagi.

Kegiatan tersebut digelar TP PKK Kabupaten Kutim sebagai peningkatan kualitas sumberdaya manusia, kepada seluruh kader PKK se Kabupten Kutim. Tim Penggerak PKK bukan hanya suatu fasilitator yang memberikan kegiatan tambahan untuk masyarakat, namun kegiatan ini dibuat untuk menunjang pembangunan dan juga keahlian dalam berorganisasi.

Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Kutim Hj Encek UR Firgasih SH MAP, Sekertaris TP PKK Kabupaten Kutim Dr Yuwana Sri Kurniawati Msi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari hari kesatuan gerak (HKG) PKK yang ke 47 tingkat Kabupaten Kutim.

“Dari pelatihan ini nanti diharapkan dapat membagi ilmunya, dan dapat menjadi fasilitator atau memberikan pelatihan di kecamatannya masing-masing,” harapnya.

Foto bersama usai TP PKK Kabupaten Kutim usai mengikuti kegiatan pelatihan publik speaking.

“Saya berharap ilmu yang didapat dari narasumber bisa benar-benar bermanfaat dan juga bisa diaplikasikan khususnya untuk yang publik speaking dapat menjadi bekal,” ucapnya.

Sementara ditemui terpisah narasumber publik speaking Adjat Sudrajat yang juga merupakan Superintendent Employee Communication PT KPC menjelaskan, bahwa dalam pidatao maupun penyuluhan apa pun itu intinya adalah persiapan.

“Publik speaking jenis apa pun, pidato, penyuluhan, persentasi dan sebagainya itu sangat tergantung pada persiapan kita. Semakin kita siap, semakin banyak kita menyiapkan materi yang akan kita bicarakan, itu pasti akan mempengaruhi kualitas atau performen pada saat melaksanakan kegiatan publik speaking itu,” timpal Sudrajat.

“Pada dasarnya semua oarang bisa tampil untuk publik speaking, kuncinya adalah kemauan untuk berlatih. Karena pada dasarnya komunikator yang ulung itu bukan dilahirkan tetapi bagaimana orang itu mau berlatih untuk menjadi komunikator yang ulung,” imbuhnya.

(aji/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *