Metro Kaltim

Kasus Malam Tahun Baru Berdarah di Batu Ampar, Petugas Kemanan Ditikam Badik karena Tahan Motor

Balikpapan, Metrokaltim.com – Hanya gara-gara sepeda motor ditahan, Herman Wilson Buyung alias Agus Viki (35), menikam Verry Oroh (48), petugas keamanan RT 46, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Hal ini disampaikan Agus saat memberikan keterangan terkait kronologis beradarah itu di Mapolsek Balikpapan Utara.

Kepada wartawan, Agus mengatakan, pada Selasa (31/12) malam, ia diajak oleh rekan-rekanya pesta minuman keras (miras) Cap Tikus di Perumnas, Gang Merbabu, Batu Ampar. Setibanya di sana, dia malah disuruh pulang, sehingga ia tak mengakui ikut menegak miras.

“Gak, saya kan baru datang. Tiba-tiba kok mereka langsung mengusir saya pulang, Pak, bingung juga saya,” katanya, Kamis (2/1) siang.

Agus pun menuruti kemauan teman-temannya itu untuk pulang. Namun, saat akan pulang, kunci dan sepeda motor yang ditumpanginya ditahan oleh Verry. Hal ini membuat Agus geram. Dia lantas pulang ke rumah orangtuanya di kawasan Jalan Telindung, Balikpapan Utara, berjalan kaki.

Di rumahnya, Agus mengajak adiknya sebagai pemilik kendaraan roda dua yang ditahan oleh Verry ke Gang Merbabu. Di rumahnya ia juga mengambil sebilah senjata tajam (sajam) jenis badik. Pengakuannya, sajam itu untuk melindungi dirinya ketika terjadi serangan. “Pas mau pergi saya ambil pisau di rumah buat jaga-jaga karena rame di sana kan,” akunya.

Herman Wilson Buyung alias Agus Viki.

Bersama adiknya dan mengantongi sebilah parang, Agus kembali ke Gang Merbabu. Di sana mereka hendak mengambil sepeda motor yang ditahan Verry. Namun bukan hasil positif yang di dapat, ia malah menerima bogem mentah dari warga Batu Ampar itu. “Gak dikasihnya, malah saya dikejar dipukul,” beber pria kelahiran Balikpapan, 10 Agustus 1985 itu.

Mendapat perlakuan kasar, Agus naik pitam. Dia lancarkan serang balik kepada Verry. Badik yang dibawanya tadi ditikamkan ke kepala pria yang bertugas sebagai keamanan di RT 46, Batu Ampar itu. Dia juga melayangkan bogem mentah ke tubuh Verry.

Penganiayaan tersebut membuat luka menganga di kepala Verry. Dia lantas dilarikan oleh warga ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan Agus kabur. “Gak ada rebah-rebahnya dia. Terus saya lari ke rumah teman,” tandasnya.

Meski Agus tak mengakui mabuk, namun polisi berkata lain. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan jajaran Polsek Balikpapan Utara, Agus dipastikan terkontaminasi minuman beralkohol saat menganiaya Verry.

“Jadi tersangka (Agus) ini dengan korban (Verry) bersama-sama sedang minum-minuman model begitu, minuman keras di TKP di Prumnas,” kata Kapolsek Balikpapan Utara, AKBP Supartono Sudin.

Lebih lanjut, Supartono menjelaskan, tak lama setelah korban dilarikan ke rumah sakit, pihaknya medapat laporan kasus penganiayaan tersebut. Unit Reskrim Polsek Balikpapan Utara pun bergerak cepat memburu Agus.

Kurang dari dua jam, tepatnya Rabu (1/1), sekira pukul 00.15, polisi berpakaian sipil berhasil meringkus Agus di Jalan Inpres III, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Di sana dia bersembunyi di rumah temannya.

“Alhamdulillah, Wa Syukurillah, setelah tersangka lari, kemudian kami kejar bisa kami amankan kurang lebih satu jam. Langsung kami bawa ke Polsek Balikpapan Utara,” ungkap perwira melati dua di pundak itu.

Saat ini, Agus telah mendekam di sel tahanan Mapolsek Balikpapan Utara. Dia terancam hukuman maksimal lima tahun penjara. “Kami kenakan tersangka dengan Pasal 351 KUHP, tentang Penganiayaan,” tukas Kapolsek.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *