KKBM Paraikatte Kutim Berdayakan Penjahit Lokal, Produksi 1000 Masker Dibagikan Gratis ke Pengguna Jalan

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Beragamnya kesukuan di Kutim turut mengasah kepedulian antar sesama dalam memupuk rasa persaudaraan. Salah satu cerminan besarnya akan adat isitiadat daerah sendiri di tanah Kutim, membuat perwakilan suku Makassar membentuk paguyuban Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Paraikatte, Kutai Timur yang diketuai oleh Hasbi Dg Gassing.

Dorongan motivasi dan suport di berikan melalui Hj Siti Nurhasanah serta suami tercintanya H Junaidi dalam membesarkan paguyubannya KKBM Paraikatte.

Di tengah belahan dunia dihadapkan pada duka akan penyebaran epidemi coronavirus disease 2019 (covid-19) asal Wuhan China dihampir seluruh belahan dunia termasuk Indonesia, mengasah kepekaan rekan-rekan unsur Pengurus KKBM Paraikatte dengan melakukan aksi sosial kemanusiaan masyarakat melalui pembagian masker kain termasuk vitamin.

Seperti halnya Rabu (15/4) dipimpin langsung Ketua KKBM Paraikatte Kutim, Hasbi didampingi Wakil Ketua Nur Hidayat, Sekjen Asri Nonmpo, Bendahara Siti Nurhasanah bersama suami H Junaidi dan segenap pengurus lainnya membagikan masker gratis di simpang tiga Jalan Pendidikan Sangatta.

“Sebanyak 1000 masker kita bagikan, apa yang kami lakukan ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam memerangi covid-19. Karena kami turut bersinergi dengan pemerintah kabupaten sebagai upaya penyelamatan masyarakat dari wabah corona,” tegas Sekjen KKBM Paraikatte Kutim Asri Nonmpo.

Sebar 1000 masker untuk pengendara di Sangatta.

Sementara bendahara KKBM Paraikatte Kutim Nurhasanah mengungkapkan sebelumnya paguyuban kedaerahannya membagikan ribuan vitamin.

“Memang di tengah langkanya masker kami memberdayakan para penjahit lokal untuk membuat masker kain dengan kualitas bahan terbaik. Dengan melibatkan peran tenaga penjahit lokal artinya sama juga mendorong dan menggerakan roda perekonomiannya,” ulasnya.

Nurhasanah mengimbau kepada masyarakat untuk dapat bersama memutus mata penyebaran dan penularan covid-19 dengan berdiam diri di rumah saja “stay at home”, tetap ikuti anjuran pemerintah melalui standar protokol kesehatan yang diterapkan, lakukan pemberlakuan social distancing (pembatasan sosial) baik skala kecil dan besar, tetap jaga jarak, biasakan jalankan Pola Hidup Sehat Dan Bersih (PHBS), sering mencuci tangan antispetik dengan mengunakan sabun senitizer, rutin secara bergotong royong bersama perangkat RT rutin lakukan penyemprotan disinfektan, jangan sering-sering mengusap wajah, memegang mata dan hidung dalam keadaan tangan yang belum di cuci serta tetap jaga jarak.

Rekan-rekan KBBM Paraikatte berharap badai covid-19 dapat segera berlalu sehingga aktivitas dan perekonomian berjalan normal kembali.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.