Melihat Hobi Anjas, Anggota DPRD Kutim yang Suka Snorkling

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Mengupas sisi hobi dan olahraga berbeda yang di geluti anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sekaligus Ketua Fraksi Golkar Sayid Anjas, SE., MM.

Terlahir dari latar belakang wirausaha di bidang jasa penginapan (resort) di Kutim dan Berau, membuat Anjas -sapaan akrabnya mulai tertarik dengan cabang olahraga air menyelam. Sehingga dia dipercaya sebagai Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan snorkeling menjadi hal yang biasa bagi Anjas, dikarenakan anggota Komisi A DPRD Kutim itu miliki resort (hotel) di bibir pantai Kabupaten Berau.

Anjas mengungkapkan untuk mendalami tekhnik snorkling ada beberapa tekhnik dasar yang harus dipelajari secara intens dan mendalam. Adapun tekhnik menyelam yang dimaksud meliputi open water.

“Tekhnik dasar open water yang harus dikuasai adalam mengatur sistem pernafasan dengan benar, baik saat berada di permukaan dan di dalam air, menjaga keseimbang agar bisa muncul dipermukaan dan tenggelam di bawah air serta membuang tekanan udara dalam air agar pendengaran (gendang telinga) tidak berdengung,” ulasnya.

“Kita tidak akan bisa merasakan sensasi keindahan alam raya bawah air apabila kita tidak menggeluti cabor snorkling . Olahraga ini memiliki resiko yang cukup tinggi dan juga sangat menantang keberanian (andernalin, Red),” ulas Anjas.

Anggota DPRD Kutim saat ikut terlibat dalam pengibaran bendera merah putih di dalam air.

Anjas mengungkapkan sebelum menyelam banyak faktor keselamatan diri penyelam (safety) dapat diperhatikan secara cermat. Sebelum menyelam si penyelam wajib membaca kondisi cuaca, arus, serta suhu di dalam air seperti dingin.

“Olah raga menyelam terdiri dari 2 kategori yang pertama hobi dan prestasi. Jika hobi kita lebih menikmati panorama view keindahan biota bawah laut dengan komposisi kejernihan air (bening) sedangkan prestasi tingkat kesukaran yang kita hadapi seperti menyelam di bawah air keruh (tidak jernih), melawan resiko arus. Saat menyelam air kita harus dapat membaca kompas karena kondisi di bawah benar – benar gelap sudut pandang tidak luas memadang kondisi di bawahnya hanya dibantu dengan menggunakan kompas,” jelasnya.

Anjas menjelaskan biaya yang harus di keluarkan untuk membeli peralatan selam di kisaran Rp. 12 juta sampai dengan Rp. 30 juta. Alat – alat selam terdiri dari regulator, mask and snorkeling, buoyancy compesator, air tank, regulator, alternate air source, pressure gauge, dive computer, weight belt, dive booties, fins.

Melalui hobi olahraga bawah laut tersebut membuat ketua fraksi Golkar ini banyak mengetahui akan kerusakan biota laut misalnya seperti terumbu karang (rumah ikan red) akibat bom ikan. “Aktivitas ilegal fishing dengan cara pemboman bawah air sangat merusak terumbu karang (rumah ikan red) jika rumah ikan hancur otomatis ikan-ikanpun punah,” ungkap Anjas.

Melihat akan kerusakan flora dan fauna di dasar laut membuat Anjas tergerak melakukan buidadaya terumbu karang. “Terumbu karang itu bersifat seperti tanaman jika ditanam maka akan tumbuh banyak terumbu karang ini juga yang kami lakukan menanam terumbu karang sebagai bentuk pelestariannya,” ucapnya.

Dirinya juga dipercaya menjadi ketua cabor selam dan banyak membina para atlet serta penghobi selam yang terdiri dari berbagai latar belakang kalanganya seperti pelajar, PNS, ASN, TK2D, karyawan perusahaan swasta. “Untuk tim selam biasanya ada agenda latihan yang kami lakukan di Pantai Teluk Lombok dan pantai Swarga Bara,” ulas Anjas.

Anjas merupakan Ketua Possi.

Anjas menuturkan olah raga selam yang digelutinya membawa pada pengembamgan bisnis jasa penyewaan alat selam dan pendampingan. “Di resort (penginapan) milik saya di Berau tersedia fasilitas penyewaan alat selam dan pendampingan dari instruktur. Kami akan mengajak menyelam di tiga titik spot yang terkenal keindahannya di Berau dengan membayar penyewaan alat selam sebesar Rp.450 ribu kita sudah dapat menyelam,” terang Anjas.

Mengusir rasa penasaran awak MetroKaltim.com mencoba mewawancarai Anjas lebih mendalam lagi. Apakah dengan keahlian menyelamnya pernah menyelesaikan misi penyelamatan? Misalnya seperti mencari dan mengevakuasi bangkai pesawat jatuh, menemukan jasad para korban tenggelam dikarenakan insiden pesawat jatuh dan kapal selam. “Saya lebih kepada cabor prestasi, untuk ke arah misi penyelamatan atau pencharian manusia belum pernah terlibat. Karena itu merupakan kategori penyelam terlatih untuk rescue,” kata Anjas.

Di saat menyelam punya tidak pengalaman berisiko seperti berhadapan dengan hewan buas seperti ikan hiu? Anjas langsung menjawab berhadapan dengan hiu ukuran sepaha pernah dipertemukan saat menyelam. “hiu itu tidak seperti digambarkan seperti di televisi, hiu itu bila bertemu manusia berusaha menghindar. Hiu tidak akan menyerang apabila tidak diganggu namun yang patut di waspadai yaitu ikan pari,”bebernya lagi.

Ternyata Anjas tidak hanya menekuni hobi olah raga menyelam (snokerling) saja tetapi juga didaulat menjadi ketua pembina cabor karate “Inkai” dan balap motor road race serta drag race.
Anjas mengisahkan hobi yang paling didalaminya sejak awal mulai masih pelajar senang dengan olah raga balap motor.

“Dulu saat balap motor bikin tim Kuper, tapi adik saya sih yang sering juara balap motor sama adiknya pak Wabup Kutim Kanda Kasmidi Bulang keduanya kalau sudah turun bisa dikatakan saling berkompetitor dalam meraih juara. Saya sempat memiliki 8 motor balap class 4 tak dan 2 tak. Balap motor ini terbilang olah raga mahal yah adapun kejuaraan yang pernah diraih kejurprov dan kerjurnas,” urainya.

Namun saat sekarang Anjas tidak lagi turun balap motor karena faktor usia dan sudah berkeluarga namun dari ketiga hobinya itu ditularkan kepada anak-anak. Namun jikapun ingin memajukan balap motor Anjas terlibat sebatas suprot (sponsorship). Jika olah raga karate ia diperkenalkan oleh mertuanya yang merupakan pelatih karate.

Prestasi di olah raga snorkeling Anjas pernah meraih 2 mendali emas dan mengikuti kejuaraan menyelam Kasal Cup di Kendari.Serta terlibat sebanyak 2 kali pada momen pengibaran bendera Merah Putih di dalam laut dalam rangka HUT Proklamasi Republik Indonesia. Anggota DPRD yang juga bergelar sayid kembali berbagi suka duka pada prosesi pengibaran bendera.

“Tidak mudah loh mengibarkan bendera didasar laut ketimbang di daratan. Agar sukses mengibarkan bendera merah putih harus melihat ketenangan arus air. Jika arus air kencang bertekanan tinggi sukar mengibarkan bendera kami sebagai penyelam pasti kesulitan untuk stay berdiri di dasar laut sambil memberi hormat. Oh yah satu lagi penyelam profesional mampu menyelam hingga ke dalaman 20 meter dan pemula biasa mampu di kedalaman 10 meter di bawah laut,” tutup Anjas.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.