Metro Kaltim

Mengaku Mau Dibunuh, Pemuda Gelar Aksi Terjun Bebas ke Laut dari Pelabuhan Semayang

Balikpapan, Metrokaltim.com – Aksi bernyali dilakukan pemuda bernama Saldi (23). dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, dia terujun bebas ke laut. Saat ditemukan Tim SAR, warga Sulawesi Selatan itu malah menolak untuk dievakuasi.

Untuk diktahui, aksi berbaya Saldi ini terjadi pada Minggu (8/12) sore. Setelah loncat, ia seperti hilang ditelan lautan lepas. Taka da sedikit pun jejaknya ditemukan. Mengetahui kejadian ini, pada hari itu juga Tim SAR Gabungan segera menggelar pencarian Saldi. Mulai dari Basarnas, TNI, Polri hingga relawan semua dikerahkan untuk mencari keberadaan pemuda berusia 23 tahun itu.

Operasi pencarian ini baru membuahkan hasil pada Senin (9/12) pagi. Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Octavianto mengatakan, Saldi ditemukan di bawah kolong Pelabuhan Semayang dalam keadaan bernyawa.

“Diinformasikan pada pukul 08.45 Wita, 9 Desember 2019, korban atas nama Saldi berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi selamat,” katanya kepada wartawan.

Saldi saat dievakuasi tim gabungan.

Saat ditemukan, Octa – panggilan Octavianto – mengungkapkan, Saldi seperti mengalami ketakutan yang luar biasa. Dia pun sempat tak mau untuk dievakuasi oleh petugas SAR. Sebab, dia enggan bertemu dengan orang lain.

“Korban mengalami pobhia atau traumatis, karena ketika ditemukan dia tidak mau diajak ke ambulans untuk dimintai keterangan dan memeriksa kesehatan,” jelasnya.

Namun, melalui pendekatan yang humanis, petugas akhirnya bisa mengevakuasi Saldi ke tempat yang lebih aman. “Saat ini korban telah dibawa ke KP3 (Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang) untuk penangan dan proses lebih lanjut. Dengan demikan operasi SAR ini dinyatakan ditutup,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Polair Polresta Balikpapan, Iptu Alfon Pasaribu mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Saldi. Berdasarkan pengakuannya kepada kepolisian, ia nekat meloncat ke laut lantaran akan dibunuh oleh seseorang.

“Korban mengaku akan dibunuh, dia ada ketakutan luar biasa mau dibunuh,” katanya kepada awak media.

Hal inilah yang diduga kuat menjadi motiv Saldi menceburkan diri ke laut dan bersembunyi di bawah kolong Pelabuhan Semayang. Sebab, Alfon menduga, pria kelahiran Batu Menteng, 31 Desember 1996 itu menderita gangguan psikis.

“Karena memang ada sedikit tekanan pikiran dan batin dari korban. Jadi, mungkin korban akan kami bawa ke psikolog RS Bhayangkara untuk pengobatannya,” pungkas perwira balok dua di pundak itu.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *