Oddang Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Dengan Lingkungannya

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kawasan di lingkungan Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara (Balut) masih menjadi sorotan, lantaran kurang pedulinya masyarakat dengan lingkungan, salah satunya perusahaan yang ada disekitar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Graha Indah H Syarifuddin Oddang mengatakan, masih banyaknya perusahaan mulai dari simpang tiga gapura Graha indah hingga Pelabuhan Feri Kariangau yang tidak peduli lingkungan sekitar.

Syarifuddin Oddang pun menyoroti proyek galian kabel, jargas dan penambahan tiang Telkomsel yang dinilai merusak keindahan kota. Katanya Balikpapan salah satu kota indah dan diakui oleh dunia, tetapi semakin hari semakin semerawut.

“Contohnya habis digali kemudian ditimbun dengan lumpur saja, coba liat sepanjang jalan itu bagus apa nggak. Mereka itu dapat kegiatan proyek itu ada uangnya, paling tidak dikembalikan seperti semula lah,” ucap Oddang saat berbincang dengan awak media, Rabu (10/11).

Tidak hanya itu, perusahaan sekitar juga hanya mengandalkan bantuan dari DPU Provinsi untuk memperbaiki masalah banjir yang dilakukan setiap tahunnya. Seharusnya hal itu tidak perlu dilakukan secara berulang, jika perusahaan sekitar sadar diri dan ikut merawat serta menjaga.

“Percuma kalau mau ributkan Graha Indah yang selalu banjir. Parit-parit dari jalan poros kilo lima sepanjang jalan ke pelabuhan ferry itu sudah tidak layak. Ya sudah seharusnya semua perusahaan di situ diberikan tugas untuk kerjakan didepan-depan tempatnya, gak usah yang lain dulu dibantu, justru masing-masing aja, akan selesai itu banjir dan tidak pernah datang lagi di situ banjir,” ujar Oddang panggilan akrabnya.

Lanjutnya, bahwa penyebab banjir akibat meluapnya air dikarenakan tidak ada kelancaran dari drainase yang macet. Diinginkannya sinergi dari perusahaan disekitar harus turut ikut serta, sehingga tidak perlu hanya mengandalkan dana APBD yang ada.

“Didepan pintu gerbang Graha pas tikungan disitu ada perusahaan yang punya alat berat, kan itu bisa difungsikan. Juga rumput-rumput yang tinggi sepanjang jalan dari kilo 5 sampai ke pelabuhan ferry, kan banyak perusahaan disana, tugasi mereka jangan mau terima bersihnya saja,” tegasnya.

Ditambah banyaknya trailer milik perusahaan yang parkir seenaknya di badan jalan yang bisa menyebabkan kemacetan hingga merusak badan jalan.

Oddang juga mengkritisi kinerja Satpol PP Balikpapan yang dinilai kurang peka dengan hal-hal tersebut. Seharusnya lebih aktif dalam melihat situasi yang merusak tatanan kota.

“Satpol PP juga jangan karena ada perintah baru turun, harus aktif keliling melihat yang begitu. ini berapa biaya kita selalu setiap tahun ngurusi yang begini saja,” paparnya.

Dirinya menginginkan semua elemen bertanggung jawab terhadap kebaikan dan ketertiban lingkungan kota. Dan tidak merusaknya konsep-konsep yang sudah jadi tatanan keindahan kota.

“Nah ini ada konsep-konsep kota kita ke depannya mau diapakan, jangan nanti dibuang kemudian dibongkar lagi, keluar biaya berapa lagi. Jadi temen-temen kita semua harus sepakat dengan mekanisme yang seharusnya,” pungkasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *