Operasi Ketupat Mahakam Covid-19 Digelar, Sasar Warga Tak Mudik hingga Medsos

Balikpapan, Metrokaltim.com – Polda Kaltim menggelar Operasi Ketupat Mahakam 2020. Belasa ribu aparat kepolisian dikerahkan dalam operasi ini. Sejumlah tempat-tempat keramaian, mulai dari bandara hingga terminal, menjadi pengawasan utama.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono menerangkan, tujuan dari Operasi Ketupat Mahakam 2020 adalah untuk mewujudkan situasi aman dan kondusif di wilayah Kaltim. Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk mencegah warga agar tidak mudik. Sebab, larang untuk tidak mudik telah disampaikan oleh pemerintah.

“Tujuan dari Operasi Ketupat Mahakam ini salah satunya untuk mencegah masyarakat tidak mudik Lebaran 2020 guna mencegah penyebaran Covid-19,” kata jenderal bintang dua itu, Minggu (3/5). Ditambahkannya, dalam operasi ini, pihaknya akan mengedepankan upaya preventif dan represif.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menyebut, Operasi Ketupat Mahakam 2020 akan berlangsung selama 37 hari. Terhitung sejak 24 April sampai pasca Hari Raya Idul Fitri pada 30 Mei 2020. “Ada sekitar 1.290 personel yang kami libatkan dalam operasi ini,” sebutnya.

Diketahui, ribuan aparat kepolisian itu merupakan personel Polresta dan Polres di Kaltim. Terdiri dari Polresta Samarinda sebanyak 160 personel, Polresta Balikpapan 123 personel, Polres Berau 200 personel, Polres Kutai Kartanegara 91 personel, Polres Paser 113 personel, Polres Bontang 71 personel, Polres Kutai Timur 132 personel, Polres Kutai Barat 88 personel dan Polres PPU 217 personel.

Dijelaskan Ade, Polresta dan Polres itu mendiringkan Posko Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Mahakam 2020 di wilayahnya masing-masing. Terdiri dari 20 pos pelayanan, 28 pos pengamanan, 28 pos Covid-19, dan 18 pos cek poin atau penyekatan. Total, ada 94 Pos yang didirikan dalam operasi ini.

“Sedangkan posko utama berkedudukan di Biro Operasi Polda Kaltim di Jalan Syarifuddin Yos, Balikpapan,” jelas perwira melati tiga itu.

Adapun lokasi yang disasar dalam operasi ini, Ade membeberkan, yakni jalan raya, jalan arteri dan jalan tol. Selain itu, tempat wisata, tempat pemakaman, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, SPBU, tempat pembagian zakat, tempat salat Idul Fitri, terminal, bandara hingga pelabuhan juga akan disasar.

“Kami juga menyasar tempat-tempat penjualan petasan atau mercon, miras, media sosial hingga markas dan asrama kepolisian,” tandas Kabid Humas.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.