Operasi SAR Resmi Ditutup, Tim SAR Nyatakan Bima Hilang di Selat Makassar

Balikpapan, Metrokaltim.com – Operasi pencarian pencarian Bima, pemancing yang hilang di Selat Makassar, kembali dilanjutkan pada Sabtu (6/5) pagi. Namun, hingga waktu pencarian berakhir, Tim SAR (search and rescue) gabungan tak menemukan pemuda yang tinggal di Jalan RE Martadinata, Balikpapan Tengah, itu. Barsanas Balikpapan pun resmi menutup pencarian Bima.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A atau Basarnas Balikpapan, Octavianto mengatakan, operasi pencarian Bima dilanjutkan pada Sabtu (6/6) pagi. Saat itu, Tim SAR Gabungan, terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, hingga BPBD Balikpapan, menyisir wilayah Teluk Balikpapan.

“Dalam pencarian ini paman korban juga ikut serta. Adapun luas area pencarian saat itu sekitar 146,5 nautical mile atau 272 kilometer,” papar Octa – panggilan Octavianto – memberikan laporan kepada awak media, Ahad (7/6) pagi.

Namun, hingga menjelang malam, Tim SAR gabungan tak pernah bersua dengan Bima. Bahkan, jejak atau tanda peninggalan Bima pun juga tak ditemukan. Tim SAR lantas menginformasikan hasil pencarian tersebut kepada pihak keluarga Bima dan publik.

“Hasil giat operasi SAR telah dilaprokan kepada ibunda korban berserta keluarga dan masyarakat di rumah kediaman korban,” beber Octa.

Tim SAR gabungan saat bertemu pihak keluarga korban yang hingga saat belum ditemukan di perairan Balikpapan.

Pada Sabtu itu juga, Tim SAR memutuskan menghentikan pencarian Bima. Sebab, pada hari itu persis sepekan pencarian Bima dilakukan. Berdasarkan SOP operasi SAR, pencarian orang hilang hanya dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. “Opersasi SAR dihentikan. Korban tidak ditemukan dan dinyatakan hilang,” cetus Octa.

Meski telah ditutup, bukan berarti tak ada upaya lagi. Tim SAR tetap melakukan pemantuan. Jika ada ditemukan tanda-tanda keberadaan Bima, tidak menutup kemungkinan operasi SAR akan kembali digelar.

“Untuk selanjutnya akan terus dilaksanakan pemantaaun. Jika sewaktu-waktu ada tanda-tanda korban akan dilaksanakan evakuasi kembali,” tandas Octa.

Diwartakan sebelumnya, pada Minggu (31/5), sekira pukul 06.00 Wita, Bima berangkat dari jembatan Manggar, Balikpapan Timur menuju RIG di Perairan Selat Makassar menggunakan kapal klotok. Di RIG tersebut, dia bersama sembilan orang rekannya hendak memancing ikan.

Namun, baru satu jam berjalan, Bima menghilang. Para kerabat telah berusaha mencari Bima secara mandiri, namun usahnya sia-sia. Bima tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Khawatir Bima menjadi korban tenggelam, para kerabat melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Balikpapan. Sejak menerima laporan itu, Tim SAR mulai mencari Bima.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *