Metro Kaltim

Pengguna Kratom Bisa Dijerat Pidanan, Ini Penjelasan Polisi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Meski belum ada peraturan hukum yang mengatur kratom, pengguna kratom bisa dijerat pidana. Hal ini disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Balikpapan, AKP Bambang Hardianto.

Kepada awak media, Bambang membenarkan, hingga saat ini belum hukum yang mengatur kratom secara spesifik. Namun bukan berarti pengguna tanaman dengan nama latin Mitragyna speciosa itu tak bisa dijerat pidanan. Karena untuk menjerat pidana narkotika bukan dilihat dari jenis tanamannya. Melainkan isi zat yang terkandung di dalam sebuah tanaman.

“Kan zat tanaman yang melanggar hukum sudah jelas diatur. Jadi kami tidak melihat jenis tanamannya, tapi melihat zat yang terkandung di situ (kratom),” katanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, Bambang memastikan, pengonsumsi kratom sangat mungkin bisa dijerat pidana. Sebab, dia menilai, efek yang ditimbulkan dari kratom seperti ganja.

“Kalau kandungannya seperti ganja, pengguna kratom bisa dijerat pidanan pengguna narkoba. Jadi nanti kami bawa ke lab (laboratorium),” tegas perwira balok tiga di pundak itu.

Ditanya mengenai peredaran kratom di Balikpapan, Bambang mengungkapkan pihaknya belum ada menemukan kratom di kota ini. Namun pengawasan untuk narkotika jenis baru itu akan terus dilakukan.

“Untuk sementara hasilnya nihil, sejauh ini belum ada ditemukan di Balikpapan, tapi tetap kami pantau kratom,” tuturnya.

Diapun meminta agar semua lapisan masyarakat mau melaporkan kepada kepolisian jika menemukan kratom di Kota Minyak. Karena diakuinya tidak semua lokasi bisa dijangkau oleh kepolisian, sehingga menyulitkan pihaknya untuk mengungkap perdaran kratom.

“Karena ‘kan bisa saja ditanam di tempat terbuka, bisa saja kalau orang-orang punya halaman belakang rumah cukup luas yang notabennya punya pagar ditanam di sana. Kalau sudah begitu ‘kan enggak mungkin kami bisa sampai sana kalau tidak ada informasi yang akurat,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *