Metro Kaltim

Pengungkapan Bocah 10 Tahun Konsumsi Sabu di Balikpapan, BNNK: Prilaku Kriminalitas akan Muncul

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pengungkapan narkoba yang mengejutkan disampaikan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan. Pada 2019 ini, badan anti narkotika itu mengungkap pengonsumsi sabu-sabu yang dilakukan seorang anak berusia dini.

Kasi Rehabilitasi BNNK Balikpapan, Henny Damayanti mengatakan, peredaran narkoba di Balikpapan sudah sangat mengkhawatirkan. Bagimana tidak, penguna narkotika bukan lagi dari kalangan dewasa, namun kini merasuki dunia anak-anak.

Hal ini diketahui setelah pihaknya menemukan sorang bocah berusia 10 tahun telah terjermus ke dalam dunia hitam narkoba pada tahun ini. Bocah itu mengonsumsi sabu-sabu. Pengungkapan ini pun mengejutkan BNNK Balikpapan. Sebab, sebelum-sebelumnya BNNK Balikpapan belum pernah mengungkap pengguna sabu-sabu berusia dini.

“Kalau tahun kemarin masih banyak dobel L, lem-lem, cukup banyak, di bawah 20 mungkin ada. Jadi kita bisa lihat bahwa pergeseran sudah cukup mengerikan, ya,” katanya kepada wartawan, Senin (24/12).

Dari hasil pemeriksaan kepada bocah itu, Henny menjelaskan, ia mengenal sabu-sabu dari lingkungan tempatnya tinggal. Untuk mendapatkan obat haram itu, sang bocah bukan hanya membeli, namun juga diberi secara cuma-cuma oleh orang yang lebih tua darinya.

Kepala BNNK Balikpapan, Kompol M Daud.

“Jadi, kadang yang kecil disuruh sama yang lebih dewasa untuk beli (sabu-sabu). Dia mau untuk itu. Kadang dengan imbalan mereka membeli, dia sudah dapat sabu tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh, Henny membeberkan, bocah itu mengonsumsi sabu-sabu sudah hampir setahun. Namun, dipastiannya, bocah tersebut belum sampai tahap candu, sehingga ia masih bisa diobati. Untuk mengobati, BNNK Balikpapan melakukan rehabilitasi kepada bocah tersebut.

“Semua akan bisa pulih. Tapi pulih itu harus terkontrol. Yang namanya pulih itu sama seperti penyakit hipertensi atau diabetes, kita harus mengontrol, berobat, tapi obat di sini bukan secara medis yang diminum, tapi perubahan prilaku dari otak,” bebernya.

Henny turut menerangkan efek samping sabu-sabu jika dikonsumsi anak-anak. Menurutnya, sabu-sabu akan lebih berbahaya jika dikonsumsi anak-anak ketimbang orang dewasa. Sebab, kekebalan tubuh anak-anak masih minim, sehingga belum siap jika harus menerima zat berbahaya yang terkadung dalam sabu-sabu.

“Lebih parah. Parahnya itu bisa ke arah kerusakan organ, perubahan prilaku, dan itu bisa lebih parah daripada orang dewasa,” terangnya.

Dia pun menguraikan dampak yang akan terjadi jika seorang anak mengonsumsi sabu-sabu, apalagi mengonsumsinya dengan jumlah yang lebih besar dan rutin. Kata dia, hal yang paling nyata adalah perubahan sikap sorang anak.

“Lebih ke anarkis. Kemudian prilaku-prilaku kriminalitasnya muncul. Itukan yang seharusnya anak-anak tidak memiliki. Jadi memang narkotika itu merusak otak, jadi karena otaknya rusak otomatis prilaku-prilaku yang tidak baik akan muncul,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *