Pesawat Buatan Chaerul Dipamerkan di HUT Kabupaten Pinrang, Ini Kata Anggota DPRD Kutim

Pinrang, MetroKaltim.com – Kesemarakan HUT Kabupaten Pinrang ke 60 tahun, merupakan suatu penghormatan bagi Kabupaten Kutai Timur, terkhusus kepada Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang, ST.MM yang diundang langsung oleh Bupati Pinrang Irwan Hamid.

Hadirnya Wabup Kutim Kasmidi Bulang bersama rombongan forkopimda di tengah puncak peringatan hari jadi Kabupaten Pinrang tidak hanya terdiri dari jajaran lingkup pemerintahan Kutim saja, akan tetapi juga segenap perwakilan anggota DPRD Kutim termasuk Wakapolres Kutim Kompol Mawan Riswandi, SE., MM., stake holder pelaku UKM/UMKM Kutim, organisasi paguyuban yang ada di Kutim, penggiat pelaku seni budaya dan tari, baik dari kalangan pelajar, duta wisata Kutim, tokoh masyarakat Kutim.

Pada kesempatan itu Kidang berpendapat dalam hal ini rombongan Kabupaten Kutim yang diundang menjadi tamu kehormatan dari Pemkab Pinrang merupakan suatu momen sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Kutim.

“Artinya keberadaan kabupaten Kutim dikenal antar lintas pemerintahan, legislatif antar daerah. Disini sekaligus kunker terjadi kesepakatan kerja sama antar dua daerah yang didapatkan tidak hanya sebatas tertuang pada MoU saja tetapi membawa hasil yang berdampak pada kemajuan antar kedua kabupaten Kutim Pinrang,” jelas Kidang.

Anggota DPRD Kutim, Kidang berfoto disamping pesawat rakitan Chaerul yang turut dihadirkan saat HUT Kabupaten Pinrang.

Saat berada pada perhelatan upacara HUT Pinrang baik rombongan Pemkab Kutim, DPRD dan lainnya berkesempatan melihat karya anak bangsa dari Pinrang melalui karya membuat pesawat terbang yang dipamerkan.

Belakangan televisi nasional, media sosial (medsos) sempat viral memberitakan keberhasilan Chaerul yang berprofesi sebagai montir sepeda motor asal Desa Langga, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, berhasil membuat pesawat terbang.

Yang mana produksi pesawat terbang buatan Chaerul pada masa uji coba sempat beberapa kali mengalami gagal terbang, namun tak mematahkan semangat seorang montir sepeda motor tersebut, ia terus mencoba dan mencoba menerbangkan pesawat rakitannya.

Berkat kegigihanya akhirnya “berbuah manis” tepatnya 15 Januari 2020 di Pantai Langga pesawat bikinan Chaerul yang hanya berbahan dari bahan – bahan bekas bahkan terbilang rongsokan berhasil mengudara dengan sukses.

Menanggapi kecerdasan seorang Chaerul yang hanya montir sepeda motor dan tidak memiliki skill maupun tekhnis khusus dalam memproduksi pesawat menurut Kidang hendaknya dapat memberikan insipirasi bagi generasi-generasi penerus lainnya terlebih dari Kabupaten Kutim.

(aji/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *