Petani Minta Pemkab Kutim Lebih Perhatikan Sektor Pertanian

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Di tengah merabaknya virus covid – 19 di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia khususnya di wilayah Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur, para petani sayur dan perkebunan terus bercocok tanam serta memanen hasil perkebunan di ladang.

Seperti petani tomat, lombok dan sayur-sayuran yang berada di sekitar Muara Gabus Jalan Ring Road, Sangatta Selatan, Minggu (22/3). Para petani sayur ini begitu semangat memanen di bawah terik sinar matahari tanpa memperdulikan wabah yang sedang melanda.

Saat di wawancarai jurnalis Metro Kaltim di area ladang tomat dan sayuran mereka menjelaskan, cara bercocok tanam tomat yang modalnya lumayan besar, dari bibit, obat sampai pupuk yang langka dan mahal, itu pun di wajibkan menjadi kelompok tani. Pupuk yang di dapat juga bukan subsudi melainkan non subsidi serta langka.

Para petani di Sangatta Selatan berharap lebih diperhatika lagi.

“Saya mewakili para petani meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib petani, baik terbentuk dalam kelompok tani mau pun yang mandiri. Kendala yang selama ini kami rasakan terutama pengadaan traktor, alat semprot, bibit dan yang paling utama pupuk serta akses jalan,” jelas Suhaini.

Ia juga menambahkan bahwa pentingnya sarana lampu yang selama ini belum dirasakan merata di Kecamatan Sangatta Selatan. Meski drmikian para petani ini juga bersyukur di era kepemimpinan Ismunandar dan Kasmidi, pembangunan banyak yang mulai terbangun.

“Kami berharap kedepan para petani ini bisa lebih di perhatikan baik dari sektor alatnya dan segala macam penunjang kebutuhan bertani agar lebih meningkat. Kalau bisa hasil perkebunan kami bisa dicarikan pemasaran di luar Kabupaten Kutai Timur ini agar para petani tidak perlu repot harus menjual hasil panen sendiri,” tutupnya.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *