Putus Penyebaran Covid-19, Pemkab Kutim Semprot Semua Mobil yang Masuk, Termasuk Bus Rombongan Santri

Kutai Timur, MetroKaltim.com – Untuk menekan penyebaran pendemi covid – 19 di Kaltim, termasuk di Kabupaten Kutai Timur, maka terhitung sejak Jumat (27/3) pemerintah kabupaten membuka posko.

Dari pantuan Metro Kaltim pembukaan posko tanggap covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona di kediaman pribadi Wakil Bupati Kutai Timur di kawasan Patung Burung Sangatta, tim gugus tanggap covid – 19 terus bekerja selama 24 jam.

Karena posko yang didirikan tepat berada dipintu gerbang Sangatta dari arah Samarinda dan Bontang. Selama berada di posko gugus tanggap covid-19 tersebut terdiri dari unsur pemerintahan Kabupaten Kutai Timur dalam hal ini dipimpin langsung oleh Wabup Kutim H Kasmidi Bulang, ST., MM, TNI dari satuan Subdenpom Angkatan Darat, Kodim 0909/Sangatta, Koramil 0909-01/Sangatta, Polres Kutai Timur, Polsek Sangatta Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, tenaga medis baik dari Dinas Kesehatan Kutim, rumah sakit, puskesmas, pihak Kecamatan Sangatta Selatan, Dinas Perhubungan Kutim, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) termasuk para relawan dari tim KB Untuk Semua, KB Setia serta organisasi lainnya termasuk Pemuda Pancasila Kota Sangatta.

Seluruh warga yang masuk ke wilayah Kutim dilakukan diperiksaan kesehatan.

Semua kendaraan yang melintas arah masuk Sangatta langsung dihentikan oleh petugas gabungan untuk menjalani tahapan demi tahapan di posko dalam mencegah penyebaran covid – 19.

Hingga memasuki masa kedua posko tanggap covid – 19 Sangatta terus melalukan penyemprotan cairan disinfektan kepada semua kendaraan roda empat dan dua yang terpantau dari luar Kutim, begitupula dengan pengendaranya harus menjalani pengecekan riwayat kesehatan di posko gugus covid – 19.

“Saya mengimbau baik kepada pengemudi dan penumpang harus memberikan data, identitas diri serta memberikan catatan medis apakah memiliki suatu riwayat penyakit seperti gejala batuk, demam, radang tenggorkan terlebih mengarah pada indikasi covid – 19, di sini kami meminta terbuka saja karena jikapun didapati hal yang mengarah akan suspect corona maka akan kita tindak lanjuti, dengan di rujuk ke rumah sakit atau puskesmas terdekat menjalani masa penyembuhan selama 14 hari dan akan dipantau,” tegas Wabup Kutim Kasmidi Bulang.

Penyemprotan disinfektan juga dilakukan ke kwndaraan untuk memgantisipasi penyebaram covid-19.

Pemeriksaan juga berlaku pada rombongan bus yang hendak masuk Sangatta membawa rombongan sebanyak 60 santri, yang tengah diliburkan kesemuanya menjalani protap mekanisme pemeriksaan secara cermat dan ketat bahkan barang bawaan anak santri tersebut seperti tas, koper, bag semuanya di semprot desinfektan.

“Alhamdulillahi robbil alamin… kita masih diberi kesehatan sampai hari ini dan bisa melanjutkan kerja bersama kita dalam mencegah penyebaran covid 19 di wilayah Kutai Timur. Terlebih kepada generasi penerus kita tadi yang mengemban pendidikan agama Islam-nya secara mendalam dapat kami sambut dan layani sebaik mungkin,” tutur Kasmidi Bulang.

Usai menjalani tahapan demi tahapan pemeriksaan perwakilan ponpes tersebut mengucapkan rasa terima kasih mendalam dan apresiasi setinggi-tinggi kepada Wabup Kutim Kasmidi Bulang mewakili pemerintahan yang telah membantu para santri sebagai bentuk pengayoman sekaligus melindungi, menjaga para santri agar tidak tertular covid-19.

(adv/rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *