Sadis! Pemulung Tewas Diparangi Dua ABG di Balikpapan, Total Ada 22 Luka Bacokan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Aksi pembunuhan sadis terjadi di Balikpapan. Seorang pemulung, Sabari (48), ditemukan tewas mengenaskan di kamar indekosnya di Kilometer 6,5, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, pada Selasa (1/6) subuh. Hampir sekujur tubuhnya penuh luka bacokan.

Sehari berselang, kepolisain berhasil mengungkap kasus ini. Dipastikan polisi, Sabari meregang nyawa karena dibunuh. Hal ini diketahui usai aparat gabungan, terdiri dari Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim, Satreskrim Polresta Balikpapan dan Unit Reskrim Polsek Balikpapan Utara, menangkap pelakunya.

Adalah dua anak baru gede (ABG), inisial SUH (18) dan MAR (15), pembunuh Sabari. Kini mereka telah ditahan di Mako Polsek Balikpapan Utara untuk diperiksa lebih lanjut.

Ditemui di kantor polisi itu, SUH mengakui telah membunuh Sabari di indekosnya. Dia juga mengakui sebagai otak atas pembunuhan keji ini. “Ya, saya yang merencanakan bunuh dia (Sabari),” kata SUH kepada awak media, Rabu (3/5) siang.

Diceritakan SUH, sebelum membunuh Sabari, ia bersama MAR lebih dulu membeli parang di sebuah toko bangunan dekat indekos korban. Harganya Rp 75 ribu. Kemudian, sekira pukul 05.30 Wita, SUH bersama MAR mendatangi indekos Sabari.

Polsek Balikpapan Utara saat merilis kasus pembunuhan sadis yang terjadi Km 6,5 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

Setibanya di indekos, MAR menunggu di luar. Dia bertugas menjaga situasi. Sedangkan SUH masuk ke kamar Sabari yang berada di lantai dua dengan membawa parang yang baru dibeli tadi. Berhasil masuk, SUH langsung menghujani tubuh Sabari yang sedang tertidur di atas kasur dengan parangnya. SUH memperkirakan, ada 22 kali ia menimpas Sabari secara membabi buta.

“Langsung saya lakukan aja (timpas denga parang) pas dia lagi tidur. Selesai, saya tutupi kepalanya yang berdarah, terus kami tinggalin,” beber pemuda 18 tahun itu.

Namun membunuh Sabari bukan tanpa alasan. SUH menerangkan, ia bersama MAR sering dihina oleh Sabari. Hina inilah yang menyulut bara dalam diri SUH dan MAR. Hingga akhirnya mereka memutuskan menghasi nyawa Sabari.

“Kalian itu kerja bangunan enggak ada hasilnya, mending kalian ikut saya jadi pemulung,” ucap SUH menirukan hinaan yang dilontarkan Sabari kepada dirinya dan MAR.

Sementara itu, Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, melalui Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Mokhammad Mas’ut mengatakan, pihaknya meringkus SUH dan MAR di indekosnya kawasan Kilometer 2,5, pada Rabu (3/6/), sekira pukul 09.00. Penangkapan ini setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi dari warga mengenai keberadaan pelaku pembunuh Sabari.

“Kami juga melacak IMEI handphone korban yang masih tertinggal. Kemudian kami menemukan kedua pelaku di kos-kosannya tadi pagi,” ungkap Mas’ut.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *