Samarinda Dorong Budaya Antikorupsi, Latih Agen Perubahan Bersertifikat
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Berserta Jajaran
SAMARINDA–Metrokaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya integritas dan antikorupsi. Bertempat di Hotel Mercure, Senin (28/4/2025), melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Pemkot menggelar Bimbingan Teknis Agen Perubahan yang dilengkapi dengan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi (Paksi).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Samarinda sebagai kota percontohan antikorupsi di Indonesia.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan harus menjadi gerakan kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Membangun kota antikorupsi berarti membangun budaya baru. Setiap orang adalah agen perubahan, dan setiap tindakan kecil adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih bersih,” ujar Andi Harun.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dalam membekali individu-individu terpilih agar mampu menjadi penyuluh yang efektif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kejujuran dan integritas.
“KPK RI telah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menjadi Paksi. Ini adalah kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin ambil bagian dalam gerakan antikorupsi,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan integritas, Pemkot juga telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi. Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi strategi TRISULA pemberantasan korupsi yang mencakup pendidikan, pencegahan, dan penindakan.
Komitmen Samarinda pun mendapat pengakuan nasional. Pada tahun 2024, Samarinda mencatat indeks Monitoring Center for Prevention (MCP) sebesar 87,53, dan pada 2025, kota ini dinobatkan sebagai Kota Terbaik Regional Wilayah 4.
“Ini baru permulaan. Kita tidak boleh cepat puas. Dengan semakin banyak agen perubahan yang terlatih, saya yakin kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan membanggakan bagi generasi masa depan,” tutup Andi Harun. (Adv/diskominfo-smd)
185
