Sayyid Anjas, Pengusaha yang Terjun ke Parlemen

Kutai Timur, MetroKaltim.com – Mengenal lebih jauh Ketua Fraksi Partai Golongan Karya berlatar belakang seorang pengusaha yang dilahirkan dari pasangan Haji Sayyid Awing Dariansyah dan Hajah Juraidah. Dialah Sayyid Anjas, SE MM. Memiliki istri bernama Wira Susanna Citra, Anjas kini memiliki tiga anak, terdiri dari satu putra dan dua putri.

Anjas lahir di Sangatta, 23 Maret 1981. Dia pernah mengenyam pendidikan di SDN 009 Sangatta, dari kelas satu sampai tiga. Kemudian lanjut kelas 4 sampai lulus di SD Muhammadiyah Teluk Lerong Samarinda. Setah itu lanjut di SMPN 4 Samarinda, SMAN 2 Samarinda dan kuliah S1 dan S2 di Surabaya. Pria yang menjabat ketua INKAI itu juga memiliki hobi menyelam.

“Pada dasarnya saya ini jiwa pedagang dan pembisnis. Jadi dunia politik ini dunia baru bagi saya karena dorongan keluarga, teman yang banyak memberikan support, jadi tidak ada salahnya saya menjadi politikus,” kata Anjas.

“Begitu dijalani berapa lama, ternyata cukup bermanfaat karena dunia usaha dan dunia politik sangat jauh berbeda. Dari saya kecil sampai sekarang ini, kata Paman saya: kalau dunia usaha kamu hidup dengan duniamu saja, paling satu sampai dua orang saja yang merasakan manfaatnya. Tapi kalau kamu hidup di dunia politik kamu akan memberikan banyak manfaat bagi orang banyak,” jelasnya.

Ia mengatakan salah satu contoh kecil kalau pembisnis hanya bisa membantu 100 sampai 200 juta membangun beberapa masjid saja. Tapi kalau menjadi politikus bisa membangun ratusan masjid dan bisa menganggarkan duit puluhan milayar rupiah. Itu bedanya menjadi politikus dengan pembisnis menurut Anjas.

“Sebelum terjun di dunia politik atau menjadi dewan, saya seorang pengusaha di bidang perhotelan, resto (restoran), sebelum adik saya mengurus toko bahan bangunan milik ayah. Sekarang saya lebih fokus di perhotelan selain menjadi dewan,” beber Anjas.

“Yang menjadi titik balik, saya hanya ingin bermanfaat bagi orang banyak. Kalau boleh jujur, saya maju tidak ada terlintas di pikiran saya duduk menjadi dewan. Awalnya saya tidak mau. Tetapi paman saya menasihati: buat apa hidup banyak harta tapi tidak bermanfaat bagi orang yang membutuhkan. Kalau kamu jadi dewan, kamu akan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” terang Anjas.

Anjas juga menambahkan, sekarang ia menjalankan kedua-duanya, menjadi politikus dan pengusaha. Sesuai tupoksinya di DPRD Kutim, dia banyak membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.

“Alhamdulillah, saya bisa membantu tetangga dan teman yang dulu membantu dengan memberikan suaranya memilih saya. Kita flashback kembali ke mereka. Karena itu juga yang menjadi salah satu memotivasi dan dasar saya untuk berjuang sebagai politikus, supaya mereka itu terwakili dan bisa diperjuangkan,” tutupnya.

(adv/rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *