Secara Bertahap Pemkab Kutim Pastikan Seluruh Desa Teraliri Air PDAM

Sangatta, Metrokaltim.com – Pencapaian program air bersih oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur di 18 kecamatan dan 43 desa yang sudah bisa menikmati PDAM walau pun masih belum maksimal karena banyaknya kendala.

Dirut PDAM Suparjan saat di konfirmasi oleh awak media terkait progres yang sudah di capai mengatakan, penduduk yang dilayani mencapai 157 ribu jiwa, jika dilihat dari presentasenya cakupan pelayanan teknis sekitar 65%, serta cakupan pelayanan administrasi 37%, untuk mencapai 100% di Kabupaten Kutim sendiri dikatakan sangat sulit.

“Jangkauan wilayah dan desa – desa yang menyebar di Kutim ini membuat PDAM kesulitan dan terbentur anggaran. Selain PDAM ada juga PAMDES dan PAMSIMAS atau Swadaya Masyarakat akan tetapi data yang ril ada di PDAM, dari sisi cakupan pelayanan teknis saja sudah 65% kalau Pamdes atau pamsimas belum tahu berapa persen,”,jelas Dirut PDAM Suparjan, pada Selasa (3/3).

Dirut PDAM Kutim, Suparjan.

Suparjan mengatakan untuk wilayah Sangatta sendiri sudah di atas 66% dan target PDAM tahun 2020 ini paling tidak sekitar 70% dan administrasi di atas 40%. “Paling tidak kami bisa mendongkrak dan memang tugas berat karena sebaran penduduk Kutim dan wilayah jangkauan cukup luas,” sebutnya.

“Alhamdulillah PDAM sudah terpasang di 18 kecamatan, walau desa – desa sebagian belum terjangkau. Untuk kebutuhan air PDAM paling besar ada di Kota Sangatta dan yang paling kecil di Sandaran pelanggan kami cuma 52 KK menjadi tugas kami juga agar mendorong semua dapat air PDAM. Sedangkan wilayah Bengalon sudah mencakup Sepaso Timur, Sepaso Induk dan Sepaso Barat pelanggannya sekira 1.200 jiwa,” terang Suparjan, Direktur PDAM.

Lokasi IPA di Kutim.

Menanggapi pernyataan Dirut PDAM Suparjan, Wakil Bupati Kasmidi Bulang pembangunan IPA PDAM di 18 Kecamatan adalah progres pemerintah yang bekerjasama dengan PDAM.

“Alhamdulilah banyak prestasi yang sudah kita buat, Pemerintah beserta jajaran PDAM membuat tempat penampungan air di lokasi 18 kecamatan dan sudah dioprasikan serta di nikamti masyarakat di tahun 2019 ada peningkatan kapasitas bersubsidi IPA dan tahun 2020 ini,” timpal Kasmidi.

“Kita buktikan bahwa sudah dilaksanakan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Ada pun desa-desa yang belum terjangkau PDAM akan di laksanakan secara bertahap sampai mencakup semua desa yang ada di Kutai Timur,” pungkas. Wabup Kasmidi Bulang.

(adv/rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.