Segi Operasional Kalsul Tetap Konsisten, Bisa Melampaui Target

Balikpapan, Metrokaltim.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi gelar kegiatan Jumpa Pers akhir tahun bersama rekan-rekan wartawan Balikpapan. Yang dilaksanakan di Rocket Mahakam Club, Jalan Mulawarman, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (23/12).

Dalam kegiatan Jumpa Pers perwakilan SKK Migas juga menyampaikan beberapa agenda tahun 2021, antaranya capaian vaksinasi covid-19 pekerja Hulu Migas Kalsul, capaian Hulu Migas Kalsul 2021, Proyek Hulu Migas Kalsul 2021, dan realisasi program pengembangan masyarakat (PPM) 2020-2021.

Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul Roy Widiartha menjelaskan, untuk capaian vaksinasi pada pekerja Hulu Migas Kalsul pada dosis pertama dan kedua sebanyak 24.168. Di Katim sendiri sudah mencapai 84 persen yakni sebanyak 20.256 (dosis 1 & 2)
.

“Meski pandemi terjadi dari segi operasional Kalsul tetap konsisten, kami yakin bisa melampaui target pemerintah,” ucap Roy Widiartha dalam penyampaiannya, Kamis siang.

Sementara untuk Lifting Migas Kalsul telah mencapai 96 persen untuk minyak mentah dan kondensat (BOPD), secara nasional 91 persen berdasarkan realisasi YTD status 21 Desember 2021. Kalau angka lifting gas bumi (MMSCFD) Kalsul berdasarkan YTD status 30 November 2021, capaian nasional 97 persen. Dimana Kalsul melebihi target mencapai 106 persen.

“Bahkan Main operation di Kaltim memberikan kontribusi besar buat nasional. Secara komposisi minyak dan kondesat tahun 2021 Kalsul, Kaltim menjadi daerah penyumbang terbesar 76 persen. Kontribusi lifting Kaltim sebesar 54.023 BOPD dari lifting Kalsul 71.414 BOPD,” ujar Roy panggilan akrabnya

Tidak hanya minyak dan kondesat, tetapi kontribusi lifting gas bumi Kaltim sebesar 1.153 MMscfd (69 persen) dari lifting gas bumi Kalsul 1.666 MMscfd.

“Pertamina Hulu Mahakam tetap jadi kontributor terbesar di Kalsul sebesar 44 persen untuk minyak dan kondesat KKKS Kaltim, kemudian Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) 22 persen lalu Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) 17 persen,” jelasnya.

Lanjutnya, Eksplorasi dan Ekplotasi dilakukan demi mendukung target pemerintah terkait produksi minyak dan gas bumi di Tanah Air. Dimana menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

“Kegiatan eksplorasi berdasarkan usulan awal masih mengalami kendala dengan insentif migas dari pemerintah, itu masih diajukan, bila disetujui dipastikan kegiatan akan meningkat tahun depan,” paparnya.

Lebih jauh, Kepala Departemen Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardana menambahkan, pihaknya tidak terpaku pada bisnis dampak positif, dari perusahaan hulu migas memberikan multiplier effect terhadap masyarakat.

Sementara untuk realisasi program PPM tahun 2020-2021 yakni, untuk bidang PPM Jan-Des 2020 mencapai 203 program (94 persen) dari target rencana 217 program. Dan untuk bidang PPM Jan-Jun 2021 baru terealisasi 107 (42 persen) dari Rencana 254 program. berkaitan dengan lingkungan, infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pendidikan, studi dan bencana alam.

“Sampai tahun 2021, kami lebih fokus pada kesehatan dan ekonomi agar segera bangkit kembali. Seperti vaksinasi yang massif dilakukan bersama pemerintah daerah, pemberian bantuan ambulans, dan dukungan terhadap UMKM,” pungkasnya. (Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *