Metro Kaltim

Sekertaris FPKKT Ahyar Asdin Hadiri Forum Peduli Karts Menjadi Warisan Dunia

Samarinda, MetroKaltim.com – Kasubbag Pendataan dan Dokumentasi Ahyar Asdin, SP.,M. AP, yang juga merupakan Sekertaris Forum Peduli Karst Kutai Timur (FPKKT), pada Sabtu (16/11 ) hadir dan mewakili organisasi penggiat kepedulian Karst di Kutai Timur, dalam acara forum diskusi terpumpun penyusunan management plan untuk Sangkulirang Mangkalihat aebagai warisan dunia, yang bertempat di hotel Silyca Mulia Samarinda .

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dari Bappeda, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur juga perwakilan dari Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai pelestarian cagar budaya (BPCB) Kalimantan Timur. Sebagai leading sektor dan penggagas agar supaya gambar cadang Sangkulirang Mangkalihat menjadi warisan dunia oleh UNESCO. Hal ini terkhusus di Kutai Timur adalah lokasi tempat gambar cadas tersebut, tentunya pemerintah kabupaten sangat mendukung sepenuhnya agar gambar cadas ini dapat di akui oleh dunia sebagai warisan budaya dunia.

Forum diskusi terpumpu.

“Kami sangat berterima kasih karena kami dari FPKKT selalu di undang oleh BPCB sebagai organisasi mitra pemerintah, yang selama ini selalu mendampingi dan membantu baik fikiran maupun tenaga dalam setiap kegiatan BPCB selama ini, Forum Peduli Karst Kutai Timur adalah salah satu satunya organisasi yang di undang oleh BPCB,” ucap Ahyar.

Dia juga menjelaskan forum FPKKT selalu membantu dan mendampingi dalam setiap kegiatan ekplorasi pengambilan data, pada deliniasi dari tahapan pertama dan tahap kedua sejak tahun 2016-2017. Dalam diskusi ini hadir narasumber handal dan para ahli dantim cagar budaya dan gambar cadas diantaranya Dr. Pindi Setiawan yang memberikan materi penyusunan mamajement plant Sangkulirang Mangkalihat, Dr.Dra. Ufi Saraswati. M.Hum (dosen Universitas Semarang) dengan materi cagar budaya di Indonesia dan prospeknya sebagai warisan dunia. Serta Prof. Dr. Akin Duli dari Unhas membawakan materi kedudukan kawasan gambar cadas pada masa pra sejarah di Indonesia.

Diskusi terkait cagar budaya.

“Hasil diskusi ini adalah pembentukan komisi-komisi, dalam diskusi terkait penyusunan management plan yang terdiri dari tiga komisi yakni pertama komisi tim cagar budaya, kedua komisi Dossier dan ketiga komisi pelestarian dan pengelolaan. Ketiga komisi ini berdiskusi dan memberikan masukan dan ide dalam forum sehingga menghasilkan suatu kesepakatan dalam bentuk draf,” jelasnya.

Serta regulasi pembentukan pokja percepatan pengusulan kawasan gambar cadas Sangkulirang Mangkalihat sebagai warisan dunia dalam bentuk peraturan Gubernur Kalimantan Timur, yang nantinya sebagai payung hukum dan regulasi dalam perencanaan kedepan. “Sehingga Kawasan hangar cadas yang ada di Kutai Timur oleh Unesco sebagai warisan budaya yang diakui oleh dunia,” tutup Ahyar.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *