Semangat Polri Mengajar Hingga Perbaiki Infrastruktur Desa

TANA PASER, Metrokaltim.com – Bermula saat mengawal kunjungan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi pada 2022 lalu ke Desa Muara Andeh Kecamatan Muara Samu, terbesit dibenak Wakapolres Paser Kompol Irawan Setyono untuk memperbaiki fasilitas umum di desa tersebut. Tidak hanya fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah dan layanan kesehatan yang masih minim, Kantor Pos Polisi di desa ini pun juga terbengkalai. 

Berkat dukungan dari Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta, Kompol Irawan akhirnya menggagas program Polisi Mengabdi. Program mulia ini fokus pada dunia pendidikan di Bumi Daya Taka (Paser). Ada 33 polisi bintara muda diturunkan ke desa membantu mengurangi buta huruf di pedesaan yang masih minim tersentuh layanan pendidikan.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) pertama adalah di SD 008 Muara Samu dimulai pada 20 Februari 2023. Para bintara secara bergantian bertugas, selain mengajar mereka juga melakukan penjagaan kamtibmas.

“Jadi mereka sebelum terjun mengajar langsung, diberikan pelatihan dulu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bagaimana teknik mengajar,” kata mantan Kasat Lantas Polres Balikpapan itu, Senin (20/2). 

Program ini kata Irawan merupakan tindak lanjut dari program Kapolri. membantu pemerintah mengentaskan buta huruf. Dengan geografis yang luas, masih banyak warga desa di Paser yang belum bisa baca tulis. Khususnya Muara Andeh. 

Desa Muara Andeh yang berbatasan dengan provinsi Kalimantan Selatan sudah memiliki Pos Kepolisian (Pospol). Namun berapa tahun terakhir tidak dihuni lagi karena banyak faktor. 

Keberadaan Pos yang sudah diperbaiki tersebut nantinya akan menjadi perpanjangan tangan Polres Paser, memberikan pelayanan lebih maksimal kepada masyarakat.

Setiap Minggu para bintara yang telah dilatih akan bergantian agar tidak jenuh dan maksimal kinerjanya. Polres juga memperbaiki sarana olahraga warga Muara Andeh, yaitu lapangan Voli dan Sepak Bola. 

“Ini adalah sarana hiburan warga, karena di sana masih minim fasilitas listrik dan internet untuk hiburan,” kata Irawan. 

Kenapa di pilih program mengajar, Irawan mengatakan kondisi guru di sana masih minim. Meskipun ada, mereka tidak tinggal di sana karena tidak tersedia rumah dinas. Sehingga banyak guru yang tinggal jauh dari desa tersebut. 

Ini lah salah satu alasan Polres mengapa memilih program mengajar. Dipilihnya Desa Muara Andeh karena desa ini memiliki keunikan. Warganya mayoritas hidup masih mengandalkan hasil alam sekitar. Yaitu bercocok tanam sendiri. Kehidupan mereka juga jauh dari hiruk pikuk kota bahkan ibu kota di kecamatan. 

Lokasi desa ini dari kota Tana Paser ibu kota Kabupaten Paser berkendara mobil ditempuh perjalanan darat sampai persimpangan Pos Polisi Bantala di Desa Kerang Dayo Kecamatan Batu Engau sekitar 90 menit. Setelah itu masuk ke jalan hutan belantara sekitar 17 kilometer dengan jalan yang cukup terjal dan rusak. Penduduk Muara Andeh berjumlah sekitar 500 jiwa, desa ini memiliki luas 14 ribu hektare.(*/Ries).

106

Leave a Reply

Your email address will not be published.