Sempat Telantar, 10 Warga Sulteng Akhirnya Pulang Berkat Forkopimcam Balikpapan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sepuluh warga Sulawesi Tengah (Sulteng) yang sempat terlantar di Pelabuhan Ferry Kariangau selama sepekan akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya. Hal ini berkat respon cepat Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balikpapan Barat.

Diketahui, 10 warga tersebut adalah pria dan permpuan dewasa. Bahkan, balita juga ada. Pada pekan lalu, mereka hendak ke Palu, Sulteng, menggunakan kapal ferry dari Balikpapan. Namun mereka tak diizinkan berangkat karena tak memilki surat hasil rapid tes sebagaimana syarat untuk melakukan perjalanan di masa pademi Covid-19. Walhasil, mereka akhirnya terlantar di Pelabuhan Ferry Kariangau.

Koordinasi Forkopimcam Balikpapan Barat dengan pihak pelabuhan Feri Kariangau.

Mengetahui hal ini, camat Balikpapan Barat, M Arif Fadillah; Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Imam Tauhid; Danramil 0905-02 Balikpapan Barat, Mayor Inf Masrukan; Kepala POS KSOP Kariangau, M Ikram; Lurah Kariangau, M Iskandar dan beberapa pejabat lainnya, segera turun tangan. Pada Senin (8/6) siang, jajaran Forkopimcam Balikpapan Barat ini mengunjungi warga terlantar itu.

Di sana mereka membagi-bagikan konsumsi gratis kepada para warga tersebut. Namun, bukan hanya memeberikan konsumsi, Forkopimcam Balikpapan Barat juga menggelar rapid tes gratis kepada 10 penumpang tersebut. Dengan begitu, para warga ini bisa memiliki surat hasil rapid tes.

Benar saja, usai menjalani rapid tes dan memegang surat hasilnya, kesepuluh warga tersebut akhirnya bisa pulang kampung. Sekira pukul 17.00 Wita, mereka berlayar menggunakan KMP Tuna dengan tujuan Palu. Sebelum berangkat, Forkopimcam Balikpapan Barat membekali mereka dengan paketan sembako untuk di kampungnya nanti.

Camat Balikpapan Barat Arif saat memberikan bantuan kepada penumpang kapal yang sempat terlantar.

Kepada awak media, Kompol Imam Tauhid didampingi Mayor Inf Masrukan memastikan, pemulangan 10 penumpang ini berjalan aman dan lancar. Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju di Palu.

“Mereka sudah dites sesuai prosedur kesehatan dan dinyatakan negatif Covid-19. Dengan begitu mereka boleh berangkat. Mereka juga diberi bantuan berupa sembako,” ucapnya.

Imam pun bersyukur, pihaknya bisa membantu dalam proses pemulangan 10 warga ini. Karena membantu sesama sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. Dia berharap, semoga para warga yang sempat telantar itu dimudahkan jalannya. “Semoga penumpang sampai di tujuan dengan selamat,” ujarnya.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *