Sepakat, APBD Balikpapan 2022 Sekitar Rp 2,4 Triliun dan Belanja Daerah Rp 2,5 Triliun

Balikpapan, Metrokaltim.com – DPRD kota Balikpapan menggelar rapat paripurna dengan pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan, dengan agenda pertama pengumuman penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota Balikpapan Tahun 2021-2026 hasil evaluasi Gubernur.

Kedua tentang pendapat akhir Fraksi DPRD atas jawaban wali kota Balikpapan terhadap Rancangan Perda tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan Tahun 2022
dan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara wali kota dan DPRD Balikpapan, Senin (29/11).

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, untuk tahapan Paripurna agenda tahun 2022 sudah selesai. Pertama adalah penetapan RPJMD Balikpapan tahun 2021-2026.

“Dan hari ini (29/11) sudah selesai ditetapkan sebagai pedoman visi misi pemerintah daerah bersama DPRD untuk mengalokasikan kegiatan anggaran setiap tahunnya,” ucap Abdulloh usai rapat paripurna, Senin siang.

Sementara untuk paripurna kedua yakni tahapan terakhir dalam pembahasan APBD Murni tahun 2022, yang mana hari ini telah selesai dan diakhiri dengan pendapat akhir fraksi-fraksi yang disepakati dengan penandatanganan bersama antara DPRD dengan wali kota Balikpapan.

Lanjutnya, setelah ditetapkan akan dikirim dan dievaluasi Gubernur Kaltim. Dan itu paling lama 7 hari kerja, untuk kemudian diumumkan kembali melalui rapat paripurna hasil evaluasi Gubernur APBD 2022 disahkan dan disepakati.

“Untuk jadwal rapat paripurnanya menyusul,” ujarnya.

Sementara untuk APBD kota Balikpapan tahun 2022 yakni Rp 2,4 triliun, kemudian belanja daerah sekitar Rp 2,5 triliun, yang dilaksanakan di APBD tahun 2022 dengan KUA PPAS kurang lebih sekitar Rp 2,2 triliun.

Awal pembahasan Rp 2,2 triliun, setelah pembahasan ada Benkue, DAK maupun dari provinsi masuk menjadi Rp 2,4 triliun dan belanja Rp 2,5 triliun.

“Tetapi ada devisit Rp 121 miliar, namun ada pemasukan di lain-lain hal sebesar Rp 197 miliar dan belanja Rp 26 miliar, sehingga devisit tertutupi dengan penerimaan, sehingga Silva di tahun 2022 zero,” ungkapnya.

(Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published.